Tindakan RSIA Khalisah Sudah Sesuai Prosedur Medis

Tindakan RSIA Khalisah Sudah Sesuai Prosedur Medis

2553
0
SHARE
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Khalisah Palimanan Kabupaten Cirebon

CIREBON (R) – Setelah sempat ramai jadi perbincangan di masyarakat, RSIA Khalisah Palimanan akhirnya bersedia buka suara. Dugaan adanya kealpaan tindakan medis, ditepis oleh pihak menejemen. Berdasarkan catatan penanganan pasien, pihak RSIA Khalisah mengaku semua tindakannya terhadap pasien, sudah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur.

Ditemui disela aktifitasnya, Direktur RSIA Khalisah, dr. Jenni akhirnya bersedia menerangkan kepada awak media, perihal dugaan kealpaan yang sempat viral beberapa waktu lalu itu. Menurutnya, sesuai catatan penanganan medis pihak rumah sakit (RSIA) Khalisah, tidak ada unsur kesengajaan atau pun tindakan yang menyebabkan kealpaan, yang dilakukan oleh dokter ataupun tenaga medis RSIA Khalisah.

“Berdasakan catatan penangan medis kami (RSIA Khalisah) pasien atas nama ibu Dede itu memang ditangani oleh rumah sakit kami. Tapi kami berani menjamin, semua tindakan sudah ditangani secara prosedural. Tidak ada mas, satu rumah sakit pun yang ingin mencelakakan pasiennya. Kami itu diawasi secara ketat oleh pemerintah,” ungkapnya.

dr. Jenni mengungkapkan, setiap tahunnya RSIA Khalisah dilakukan akreditasi oleh pemerintah. Hal itu untuk menjamin mutu dan standar keselamatan terkait penanganan terhadap pasien. Ia berani menjamin tindakan medis yang dilakukan oleh pihak RSIA Khalisah dilakukan dengan penuh kehati – hatian dan kecermatan.

“Dalam tindakan medis tentu penuh dengan resiko. Namun resiko itu bukan berarti tanpa perhitungan dan pertimbangan yang matang. Kenapa saya berbicara seperti itu, karena saya juga dokter mas. Jadi saya paham betul bagaimana seorang dokter memutuskan suatu tindakan terhadap pasiennya. Apalagi dalam menjalankan profesi kedokterannya, kami para dokter itu disumpah dibawah kitab suci,” paparnya.

Terkait musibah yang menimpa bayi Ibu Dede dan Bapak Maman, pihak rumah sakit mengaku sudah melakukan penanganan yang terbaik, sesuai dengan standar medis. Ia juga turut prihatin, musibah itu bisa terjadi dan menimpa pada keluarga ibu Dede. Namun sekali lagi, pihak rumah sakit sudah berupaya semaksimal mungkin agar semuanya bisa terselamatkan.

“Kami dari pihak rumah sakit (RSIA) Khalisah, tidak mengharapkan sedikitpun pasien kami mengalami sesuatu yang buruk. Kami berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan pasien agar bisa kembali sehat. Tapi sekali lagi, kami juga hanya manusia biasa, segala ketentuan Tuhan yang mengatur. Kami hanya berusaha semampu yang kami bisa,” jelasnya.

Perihal penanganan bayi pasien ibu Dede yang tidak terselamatkan, itu pun diakui oleh pihak RSIA Khalisah Palimanan bukan karena unsur kealpaan ataupun ketidakcermatan pihak rumah sakit (RSIA) Khalisah. Tapi menurutnya, itu lebih disebabkan akibat ketersedian alat yang dimiliki oleh rumah sakit khususnya yang ada di wilayah Cirebon.

“Untuk penanganan bayi ibu Dede, karena usianya belum cukup umur, sehingga bayinya lahir prematur. Karena kondisi prematur itulah, maka perlu penanganan khusus agar bisa berkembang. Tapi kami juga sudah upayakan itu agar bisa mendapat pelayanan NICU. Termasuk berkoordinasi dengan seluruh pihak rumah sakit yang ada di Cirebon,” ungkapnya.

Terkait musibah yang menimpa ibu Dede dan Bapak Maman, dr. Jenni juga turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi. Selama ini, ia belum berani berstatemen ke media dan muncul ke publik, karena masih menghargai perasaan keluarga ibu Dede dan bapak Maman. Ia juga menyadari bagaimana terguncangnya perasaan mereka, setelah kehilangan buah hati yang dicintai dan didambakannya.

“Selama ini kami menutup pintu dari media, karena kami tidak ingin menimbulkan suasana yang dapat menguncang perasaan keluarga pasien. Kami sadar betul kehilangan anggota keluarga itu tidak mudah dan langsung bisa menerima. Maka dari itu kami tunggu situasinya tenang dulu, reda dulu, baru kemudian memberikan penjelasan kepada publik. Kalau waktunya tepat, kami juga akan berkunjung dan bersilaturahmi ke keluarga ibu Dede dan bapak Maman,” terangnya.

Sementara itu, terkait keterangan pihak RSIA Khalisah Palimanan, suami pasien ibu Dede, Maman Kurtubi, mengaku tidak akan mempermasalahkan musibah yang sudah terjadi dan menimpa keluarganya itu. Ia mengungkapkan, ia tidak ingin psikologi keluarganya terutama istrinya, terus terbebani akibat musibah ini.

“Jika memang sudah menjadi guratan takdir, saya akan berusaha menerimanya dengan lapang dada. Saya tidak mau keluarga saya, terbebani atas musibah yang sudah terjadi. Kehidupan ini masih panjang, ada masa mendatang yang harus terus diperjuangkan. Ini terkait psikologis istri saya. Saya hanya berharap ada itikad baik dari pihak rumah sakit, kepada kami selaku keluarga pasien,” pungkasnya. (tim)

LEAVE A REPLY

one × 4 =