Tim Satgas Covid Monitoring Tempat Wisata, 2 RM Kena Sanksi Karena Over...

Tim Satgas Covid Monitoring Tempat Wisata, 2 RM Kena Sanksi Karena Over Kapasitas

2987
0
BERBAGI
Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon menghimbau kepada petugas parkir untuk tidak memaksakan jumlah pengunjung supaya tidak over kapasitas.

CIREBON (rq) – Satpol PP kabupaten Cirebon melakukan teguran secara tertulis kepada dua rumah makan di wilayah kecamatan Dukupuntang. Hal tersebut dilakukan usai kedua rumah makan tersebut kedapatan mengalami over kapasitas pengunjung.

Kepala bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono mengatakan, ia bersama tim satgas Covid-19 kabupaten Cirebon melakukan monitoring di tempat-tempat wisata dan pusat kuliner kabupaten Cirebon sejak H-1 Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Dari hasil monitoring dan pemantauan tim gabungan mendapati dua rumah makan yang mengalami over kapasitas pengunjung. Sehingga kedua rumah makan tersebut kita berikan surat teguran secara tertulis. Adapun kedua rumah makan itu adalah Kayol dan Kharisma,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, monitoring dan pemantauan dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi pengamanan Idul Fitri tanggal 12 Mei 2021 lalu. Selain itu Bupati Cirebon jug telah menginstruksikan kepada Tim Satgas Covid-19 tingkat kecamatan untuk menginventarisir dan memantau tempat-tempat tersebut.

“Kita mulai bergerak setelah diadakannya rapat dengan tim pengamanan terlebih dahulu. Satgas pengamanan Covid-19 kecamatan, Pak Camat dan unsur Muspika yang telah diinstruksikan juga untuk memantau, mengawasi dan membina tempat-tempat tersebut, terkait overload kapasitas dari yang telah ditentukan,” jelas Dadang.

Petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon memberikan sanksi berupa teguran kepada pengelola tempat wisata yang mengalami over kapasitas.

Dadang juga melanjutkan, guna mengontrol dan mengendalikan terkait kerumunan pada saat itu, tim satgas tingkat kecamatan memutarbalikkan para pengunjung yang akan memasuki tempat-tempat wisata dan kuliner yang mengalami over kapasitas.

“Kemarin kita menerjunkan dan melibatkan berbagai unsur baik satpol PP, TNI Polri, penyidik PNS maupun unsur lainnya dan memang semuanya sudah all out. Kami dari Satgas masih sifatnya pembinaan, sepanjang itu dapat dikendalikan. Kemarin kita memang sudah siap all out, kita ingin protokol kesehatan itu betul-betul diterapkan di tempat-tempat yang memungkinkan didatangi banyak orang,” pungkasnya. (ta)

- Advertisement -