Tidak Ada THR Bagi Guru Honorer ?

Tidak Ada THR Bagi Guru Honorer ?

642
0
BERBAGI

JAKARTA (R) – Nasib guru honorer pada lebaran tahun ini makin terjepit. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran, pemerintah tidak menyediakan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi guru honorer.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur memastikan, tenaga honorer pada tahun ini, tidak mendapat tunjangan hari raya (THR). Pemberian THR untuk honorer tidak diatur dalam Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam UU ASN itu, diatur demikian, hanya ada PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang boleh mendapat tunjangan. Hanya itu,” kata Asman, dalam keterangannya yang dimuat detik.

Asman mengatakan pegawai honor tidak termasuk definisi di dalam UU ASN, oleh karena itu, pemerintah tidak memberikan THR. Pihaknya lebih menyerahkan permasalahan tersebut, pada masing-masing instansi atau lembaga, terkait pemberian THR tersebut.

“Anggaran THR tahun ini sebesar Rp 17,88 triliun, terbagi untuk gaji pokok yang dialokasikan pada THR sebesar Rp 5,24 triliun, untuk tunjangan pada THR sebesar Rp 5,79 triliun, sedangkan THR untuk pensiunan sebesar Rp 6,85 triliun,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, sedangkan untuk gaji ke-13 anggarannya sama sebesar Rp 17,88 triliun, yang terbagi untuk gaji pokok sebesar Rp 5,24 triliun, tunjangannya sebesar Rp 5,79 triliun, dan pensiunan ke-13 Rp 6,85 triliun.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah memperhatikan nasib 736 ribu guru honorer di seluruh Indonesia, yang pada lebaran tahun ini, tidak mendapatkan tunjangan THR.

“Peraturan pemerintah tentang THR keluar, THR bagi ratusan ribu guru honorer di luar sana, tidak keluar. Ingat ini harus dipikirkan, ” ujarnya dalam rilis website resmi DPR RI.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2018 tentang pemberian THR tahun 2018 kepada PNS, TNI/Polri, pensiunan, dan penerima tunjangan telah ditandatangani Presiden. Namun menurut data Kemendikbud, 736 ribu tenaga guru honorer bukanlah yang termasuk skema penerima tunjangan tersebut.

“Pemerintah RI harus memperhatikan mengenai nasib guru honorer ini, ada yang sudah mengabdi puluhan tahun membantu program pencerdasan bangsa, tapi THR pun tidak ada,” ujar Politisi PKS dari Dapil Jawa Tengah IX, Tegal dan Brebes ini.

Dirinya mengungkapkan, di Indonesia masih banyak honorer guru yang masih digaji hanya 200 sampai 300 ribu perbulan. Sementara yang sudah mendapat sertifikasi, upah yang diterima lebih baik, yaitu sebesar Rp 1,5 juta perbulan.

“Namun semuanya bernasib sama, tidak ada yang mendapat THR. Padahal, guru honorer, terutama di daerah-daerah, merupakan ujung tombak pendidikan bangsa. Di satu sisi sekolah-sekolah kekurangan guru,” pungkasnya. (Narita)

Source : Berbagai Sumber
Penyunting : Wanto

LEAVE A REPLY

14 − 7 =