Tetap Ikhtiar, GMBI Berbagi Untuk Sesama Dibantu Mahasiswi Asal Aceh

Tetap Ikhtiar, GMBI Berbagi Untuk Sesama Dibantu Mahasiswi Asal Aceh

CIREBON (rq) – Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat bawah yang terdampak Virus Covid-19, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon Raya, kembali menggelar Bhakti Sosial dengan memberikan ratusan paket nasi kotak kepada masyarakat dan penguna jalan yang bertempat di Sekretariat Operasional LSM GMBI Distrik Cirebon Raya, Jalan Fatahilah Weru, Minggu (3/5/2020).

Dalam kegiatan pembagian kali ini, di ikuti juga oleh perwakilan Mahasiswi Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh banda Aceh yang sedang menjalankan Program KKN Pencegahan Penyebaran Virus/Penyakit (KKN-COVID19).

Salah satu mahasiswi asal Aceh Nurmala Putri, ikut membantu membagikan nasi kotak program LSM GMBI Cirebon Raya Berbagi Untuk Mengabdi yang rutin dilaksanakan setiap minggu.

Mahasiswi Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh Banda Aceh, Nurmala Putri usai kegiatan mengatakan, ia hadir dalam kegiatan tersebut merupakan upaya dalam menjalankan program KKN pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019. Ia juga menilai langkah yang dilakukan GMBI merupakan salah satu bentuk perhatian lembaga kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Program dari GMBI pembagian paket nasi kotak ini, saya nilai sangat membantu masyarakat yang terdampak Corona. Karena di situasi sekarang ini, apalagi bulan puasa, banyak masyarakat yang tidak bisa makan seperti biasanya. Masyarakat kesulitan dalam hal ekonomi. Jangankan membeli keperluan lain, untuk makan saja mungkin sangat sulit. Jadi saya nilai gerakan dari GMBI ini, dapat menyelamatkan satu keluarga. Insyaallah ini pahalanya sangat besar,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, sebelum mengikuti kegiatan yang dilaksanakan LSM GMBI, ia juga pernah mengikuti kegiatan penyemprotan disinfektan, serta pembagian masker di wilayah Kelurahan Tukmudal serta Kelurahan Cempaka, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya ikut kegiatan penyemprotan disinfektan di kelurahan Tukmudal, pembagian masker dan pembagian handsanitizer. Itu bentuk kerjasama lurah Tukmudal dan juga LSM Human Resource Comunnity dan ACT. Dan itu baru diselenggarakan di dua desa yaitu kelurahan Tukmudal dan Cempaka kecamatan Sumber kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Nurmala juga memberikan pandangan, hal yang perlu untuk di gagas kembali kepada masyarakat, adalah pentingnya penerapan social distancing harus secara maksimal. Penerapan PSBB itu sendiri, dinilainya bukan berarti membatasi masyarakat untuk beraktivitas. Justru menurutnya hal tersebut adalah untuk membatasi masyarakat agar terhindar dari penyebaran virus Corona.

“Jika pemerintah dengan segala upayanya yang sudah sesuai dan maksimal dengan segala keterbatasannya, tidak dibarengi dengan kerjasama seluruh elemen masyarakat, maka akan tidak ada artinya. Jadi sangat diharapkan ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Agar bersama – sama memutus mata rantai penyebaran virus ini,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, gerakan yang dilakukan GMBI tersebut, merupakan upaya membantu pemerintah secara tidak langsung. Dengan tidak mengatasnamakan pemerintah dan juga tidak gembar gembor, ternyata apa yang dilakukan GMBI sudah rutin tiap minggunya.

“Hal ini merupakan bentuk kerjasama masyarakat dari aspek yang lain. Karena di dalam masyarakat terdapat beberapa jenjang perekonomian, dari yang mampu sampai yang tidak mampu. Gerakan sosial ini merupakan langkah untuk mengingatkan yang lain untuk bisa saling subsidi silang. Jika semuanya dapat bekerja sama, niscaya pandemi virus ini akan segera berakhir,” pungkasnya. (ta)