Takut Tes Swab, Sebagian Pedagang Pasar Di Lemahabang Tutup Awal

Takut Tes Swab, Sebagian Pedagang Pasar Di Lemahabang Tutup Awal

344
0
BERBAGI
Sebagian masyarakat pedagang pasar Lemahabang Kulon melakukan Swab Test dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cirebon melakukan Tes Swab para pedagang pasar Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon serta salah satu toko modern setempat yang kerap dikunjungi dari berbagai wilayah sekitar Lemahabang, Kamis, (11/06/2020).

Diketahui, sebelumnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tersebut, telah melakukan Tes Swab di Pasar Cipeujeuh Wetan.

Camat Lemahabang, Edi Prayitno kepada media mengatakan, pelaksanaan Tes Swab di Pasar Cipeujeuhwetan tidak direspon dengan baik. Menurutnya, tidak sedikit para pedagang yang mengetahui rencana Tes Swab tersebut, memilih untuk menutup kios dagangan mereka.

“Memang sebelumnya kami menggelar pelaksanaan tes Swab bagi pedagang Pasar Cipeujehwetan, sayangnya kegiatan tersebut kurang mendapat respon baik dari para pedagang. Ini terbukti yang ikut melakukan tes hanya sebanyak 12 Orang. Sementara banyak pedagang yang menutup kios atau lapak jualannya,” ujarnya.

Dengan kenyataan tersebut, ia mengusulkan kepada pihak terkait untuk melakukan penutupan kios bagi pedagang yang tidak bersedia melakukan Tes Swab. Menurutnya, pelaksanaa Tes Swab kepada pedagang Pasar Lemahabangkulon dan Toko Modern berjalan sesuai harapan.

“Kami melaksanakan Tes Swab di Pasar Lemahabang dengan Target 100 Orang dan hasil yang diperoleh, warga yang melakukan tes sebanyak 74 Orang, sedangkan untuk Toko Modern (Toko Karomah) targetnya 50 Orang dan mereka yang melaksanakan tes sebanyak 34 Orang. Dengan demikian kami rasa Tes Swab yang dilakukan di 2 tempat tersebut, berjalan dengan baik, walaupun tidak tercapai seratus persen,” terang Edi.

Sementara itu, Kuwu Desa Lemahabangkulon, Rudiana mengapresiasi para pedagang yang bersedia mengikuti Tes Swab.

“Kami sangat merespon antusias pedagang yang melakukan tes Swab. Karena hal ini sangat berarti, agar kesehatan warga mudah terpantau. Seharusnya semua masyarakat menyambutnya dengan baik. Karena jika melakukan tes dengan Uang sendiri biayanya tidak murah,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, tujuan dilaksanakannya tes Swab tersebut, agar jika ada Masyarakat yang terindikasi positif, akan segera bisa diobati atau ditanggulangi oleh pihak terkait.

Sementara itu, salah satu pedagang yang memilih menutup kios, ditempat terpisah mengaku takut mengikuti tes tersebut jika nanti hasilnya positif.

“Saya takut kang ikutan tes, makanya kami tutup, dan mungkin pedagang lainnya juga sama merasa ketakutan,” tuturnya sambil meminta identitasnya dirahasiakan. (on)

LEAVE A REPLY

2 × 3 =