Subandi Kuwu Kanci Kulon : Jangan Seret Saya Soal Kompensasi SUTET

Subandi Kuwu Kanci Kulon : Jangan Seret Saya Soal Kompensasi SUTET

318
0
BERBAGI
Kuwu Kanci Kulon, Subandi (pakai peci) saat acara musdes penetapan hasil verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (BDT) desa Kanci Kulon.

CIREBON (rq) – Persoalan Dana Kompensasi SUTET di Desa Kanci Kulon masih berlanjut. Setelah Camat Astanajapura, H. Mahmud Iing Tasidi mengaku tidak tahu menahu soal ihwal dan proses tahapan turunnya dana tersebut. Kini giliran kuwu desa Kanci Kulon Subandi, yang meminta dirinya tidak dikait-kaitkan soal pemanfaatan dana Kompensasi tersebut.

Ditemui di kantor desa Kanci Kulon, Subandi kepada Republiqu.com menganggap bahwa persoalan tersebut sudah selesai. Ia meminta kepada media untuk tidak menyeretnya dalam kasus tersebut. Karena ia khawatir akan menjadi isu politik di desanya.

“Saya tidak tidak tahu menahu soal itu (dana kompensasi). Yang jelas itu bukan terjadi di jaman saya. Saya menganggap semua sudah selesai. Jangan seret saya ke permasalahan itu mas. Karena rawan politisasi. Nanti disangkanya saya yang bikin suasana tidak kondusif,” terangnya sebelum acara Verifkasi dan Validasi DTKS desa Kanci Kulon, Rabu (15/7/2020).

Menurut Subandi, persoalan tersebut sudah masuk ranah Kepolisian dan Inspektorat. Namun ia mengaku tidak tahu menahu soal perkembangannya seperti apa. Ia meminta kepada media untuk klarifikasi langsung saja ke instansi bersangkutan yang menangani.

“Kalau tanya ke saya, ya saya gak tahu. Coba saja mas tanyakan ke Polres dan Inspektorat. Intinya saya tidak mau bikin keributan di masyarakat. Biarkan saja prosesnya berjalan. Silahkan teman-teman media tanyakan langsung ke sana,” paparnya.

Disinggung soal dana tersebut adalah hak masyarakat, Subandi tidak mau berstatemen.  Alasannya, ia mengaku takut apa yang diucapkannya salah dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

“Soal hak masyarakat atau gimana, saya gak ngerti mas. Intinya itu bukan jamannya saya. Takut salah sayanya. Karena saya kan kuwu baru. Sementara kejadian itu, jamannya kuwu yang lama. Bukan jamannya saya,” jelasnya.

Terkait adanya persoalan tersebut, Subandi akan menjadikannya sebagai pelajaran, agar pemerintahan Kanci Kulon yang dipimpinnya ke depan, berjalan sesuai dengan aturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

“Di masa kepemimpinan saya, pemdes Kanci Kulon harus lebih baik. Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Peraturan harus dijalankan. Semua mekanismenya harus ditempuh. Insyallah semoga bisa terwujud,” pungkasnya. (wa)

LEAVE A REPLY

eighteen − four =