SMPN 2 Sumber Belum 100 Persen Terapkan Kurtilas

SMPN 2 Sumber Belum 100 Persen Terapkan Kurtilas

731
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Kurikulum 2013 (kurtilas) adalah kurikulum yang berlaku dan telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menggantikan kurikulum 2006 atau KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

Kepala SMP Negeri 2 Sumber Taufikurachman mengatakan, belum sepenuhnya melaksanakan Kulikulum 2013. Terdapat 2 kelas yang sudah menerapkan kurikulum 2013 yakni kelas 7 dan kelas 8, sedangkan kelas 9 masih menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP.

“Untuk SMP Negeri 2 Sumber ini, belum sepenuhnya melaksanakan Kurtilas yakni baru kelas 7 dan kelas 8, sedangkan kelas 9 masih menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP,” ujarnya.

Meski demikian, Taufikurachman mengatakan akan ada tindakan lanjutan. Dirinya memastikan tahun 2019/2020 SMPN 2 Sumber sudah 100 persen menggunakan kurtilas. Menurutnya, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini disebabkan pola pembelajaran mengikuti perkembangan zaman.

“Setiap tahunnya perubahan kurikulum ini berbeda-beda, dan dalam kurikulum 2013 ini, siswa bukan saja menjadi objek tetapi juga menjadi subjek dan guru sebagai fasilitator. Hal ini dinilai bagus untuk pembelajaran siswa,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam praktiknya di lapangan, ada beberapa hambatan atau tantangan, yakni mengenai penilaian yang harus lebih disederhanakan. Mengingat kemampuan guru untuk mengenal siswa-siswinya sangat terbatas.

“Hal ini cukup memusingkan para guru untuk membuat pelaporan akhir atau rapot. Saya kira perlu adanya penyederhanaan. Mengingat banyaknya guru honor yang belum memahami sepenuhnya kurikulum 2013,” terangnya.

Dirinya beranggapan, bahwa guru honorer memerlukan pendidikan dan pelatihan mengenai kurikulum 2013. Karena mau tidak mau pihak sekolah melibatkan guru honorer dalam pembelajaran dia sekolah.

“Dari segi siswanya sendiri, dengan per satu kelas hanya berkisar 30 orang, membuat anak lebih nyaman. Karena jumlahnya tidak terlalu banyak. Ini juga menguntungkan guru dalam memberikan pelajaran di kelas,” ujarnya.

Ia berharap, kedepannya agar fasilitas sekolah bisa dilengkapi terlebih dahulu. Karena menurutnya jika hanya mengandalkan dana BOS, tentu tidak akan mencukupi.

“Pemerintah diharapkan untuk lebih adil dalam memberikan bantuan. Sehingga ketika akan mengumumkan suatu perintah atau program, juga harus menyiapkan segala keperluannya baik dari sarana, operasioanal dan sebagainya,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, dalam waktu dekat ini, sarana dan prasarana yang masih dibutuhkan oleh SMPN 2 Sumber ini adalah ruang kelas. Untuk memenuhi siswa yang ada, saat ini sekolah membutuhkan 4 ruangan kelas baru.

“Ini dikarenakan animo masyarakat yang besar setiap tahunnya. Sehingga untuk menutupi kekurangan ini, pihak sekolah dengan terpaksa menggunakan ruang LAB IPA, LAB MULTIMEDIA, bahkan Perpustakaan untuk dijadikan ruang kelas,” pungkasnya. (ta/bah)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

nineteen − two =