Siswanto Sang Inspirator Pemusnah Sampah

Siswanto Sang Inspirator Pemusnah Sampah

1125
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Belakangan ini masalah sampah di Kabupaten Cirebon terus menimbulkan persoalan. Banyak masyarakat mengeluh, bukan karena pemerintah diam. Tapi karena petugas telat mengangkut, sehingga sampah menumpuk.

Bukan hanya pembuangan sementara (TPS), tapi pekarangan dan kebun yang tidak terpakai, kini penuh dengan sampah. Tak peduli lahan milik siapa. Asal ada tumpukan sampah, warga lain juga ikut membuang.

Sadar akan dampaknya, Siswanto Hartoyo mulai bereksperimen. Dia berusaha menciptakan solusi pemusnah sampah. Proyek itu di mulainya pada tahun 2000 lalu.

Kepada media Republiqu, Siswanto bercerita, awalnya dia memanfaatkan sampah untuk dikonversi sebagai minyak. Namun proyeknya itu belum efisien. Sampah organik dan sampah plastik sulit terpilah.

“Saya prihatin dengan masalah sampah. Karena yang selama ini dijadikan ujung tombak, cuma TPA, tempat pembuangan sampah akhir. Padahal sampah yang dibuang, masih bisa diolah,” terang Siswanto yang akrab disapa Prop.

Pada 2013, dirinya membuat konsep baru. Inginnya, mesin ciptaannya bisa mengolah semua sampah. Mesin itu bisa memilah sampah, sesuai jenisnya. Organik dan anorganik diolah secara terpisah. Sehingga bisa lebih efisien.

“Mesin yang saya ciptakan di tahun 2013, mampu memilah sampah organik dan anorganik. Yang organik dijadikan pupuk dan anorganik seperti plastik, dikonversi menjadi minyak. Caranya dengan dibakar dan uapnya ditangkap,” paparnya.

Mimpi besar Siswanto, putra asli Cirebon ini, kedepan daerah kelahirannya, Kabupaten Cirebon, bisa terbebas dari persoalan sampah. Bahkan jika sukses, inginnya Indonesia juga bebas dari sampah.

“Tujuannya masalah sampah habis melalui mesin yang saya ciptakan. Jalan satu – satunya hanya dengan dibakar. Tapi harus dengan konsep yang ramah lingkungan. Jangan sampai menjadi masalah baru, dan mencemari lingkungan, ” ungkapnya.

Dalam pengembangan mesinnya ini, Siswanto mengaku menggunakan dana pribadi. Tidak ada bantuan dari pihak manapun. Termasuk juga pemerintah. Semuanya dikerjakannya sendiri.

“Konsepnya kedepan mesin sampah ini bisa diterapkan di seluruh desa se Kabupaten Cirebon. Mesin terbaru yang saya ciptakan, termasuk generasi ke 4. Yang terbaru ini, semuanya bisa langsung di bakar. Suhunya bisa diatur, mulai 500 derajat celcius sampai 1400 derajat celcius. Semuanya bisa hancur terbakar,” terangnya.

Siswanto mengaku, jika mesin ini bisa diterapkan di desa. Sampah tidak akan sampai ke TPA, karena semuanya sudah habis. Mesin yang dia ciptakan, mampu memusnahkan sampah 1 sampai 1,5 meter kubik, dalam satu kali proses pembakaran.

“Sistem kerja mesin ini adalah efisiensi efektifitas dan kecepatan. Dua panel operating sistemnya berada di bawah. Pengoperasiannya sangat mudah dan mampu bertahan 10 tahun. Di Kabupaten Cirebon, baru 20 desa yang sudah menggunakan,” bebernya.

Saat ini menurut Siswanto, ia bersama dengan pemerintah pusat, sedang mengembangkan mesin ciptaannya tersebut. Beberapa daerah yang sudah melirik mesin ciptaannya diantaranya, Sulawesi, Sorong, Bandung, Purwakarta, Cianjur, Bogor dan masih banyak lagi.

“Baru pemerintah pusat yang memperhatikan dan mengembangkan mesin pemusnah sampah ini. Sementara pemerintah daerah, masih sibuk mengurusi masalah yang lain. Belum ada konsep tentang pengelolaan sampah,” jelasnya.

Dalam perannya menyelamatkan lingkungan, Siswanto mensosialisasikan sendiri mesinnya kepada desa – desa. Selain dapat mengurangi volume sampah, lingkungan juga menjadi bersih. Karena sisa hasil pembakarannya, tidak mencemari lingkungan.

“Mesin thermal SIS – 04 ini, menghasilkan turunan diantaranya pestisida cair, pupuk organik cair dan granul penyubur tanah. Harapannya kedepan, mesin ini bisa mengatasi masalah sampah dengan biaya terjangkau,” pungkasnya. (Ris)

Penyunting : Wanto

LEAVE A REPLY

20 + 18 =