Desa Sindangjawa Belajar pengolahan Pertanian Gedong Gincu

Desa Sindangjawa Belajar pengolahan Pertanian Gedong Gincu

129
0
SHARE
Kuwu Sindangjawa, H. E. Kasturi bersama peserta pelatihan pertanian dan pengolahan mangga Gedong Gincu.

CIREBON (R) – Balai Besar Pasca Panen Badan Litbang Kementerian Pertanian RI mengadakan bimbingan teknis gerakan petani milenial pasca panen dan pengolahan mangga di desa Sindangjawa kecamatan Dukupuntang kabupaten Cirebon.

Kegiatan tersebut di ikuti 60 peserta yang berasal dari perwakilan KWT tiap Kecamatan se – Kabupaten Cirebon dan penggerak GEMPITA Kabupaten Cirebon, dari tanggal 28 – 29 Oktober 2019.

Kepala Bidang KSHP Balai Besar Pasca Panen Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Lina Marlina mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan, ilmu pengetahuan dan teknologi pasca panen pertanian, serta meningkatkan minat kalangan muda di bidang pertanian (petani milenial).

“Untuk saat ini, banyak pemuda yang enggan terjun di bidang pertanian. Maka dari itu, kami dari Kementerian Pertanian mendorong para pemuda untuk terjun ke bidang pertanian. Karena sebetulnya, pertanian sendiri sangat prospektif untuk masa depan. Selama manusia hidup, manusia makan dari hasil pertanian. Jadi profesi petani tidak akan pernah punah,” terangnya.

Lina menerangkan, dalam bimbingan teknis tersebut lebih banyak mendorong kalangan pemuda atau milenial. karena menurutnya, dengan kemajuan teknologi seperti saat ini, pemuda lebih cepat memahami teknologi. Sehingga diharapkan, para pemuda tersebut dapat ikut mendorong peningkatan dan kemajuan pertanian.

“Dalam bintek kali ini, tidak hanya pengolahan pasca panen pertanian saja. Akan tetapi lebih ke upaya peningkatan nilai ekonomi produk tersebut. Juga bimbingan penanganan kesegaran produknya, agar dapat tersimpan lebih lama. Terkadang permintaan produk segar juga tinggi. Bahkan sampai ekspor. Salah satunya mangga gedong gincu ini,” tuturnya.

Ia menilai, produk – produk olahan pertanian dari UKM dan juga KWT di Kabupaten Cirebon, sudah beragam dan kreatif. Menurutnya, tinggal ilmu terkait pengolahan dan penanganannya harus benar. Sehingga dapat terlihat lebih menarik dan mampu bertahan lama.

“Kami sangat berharap dengan adanya pelatihan ini, para peserta dapat menyerap dengan baik ilmu yang kami sampaikan. Sehingga mereka dapat meningkatkan produksi maupun mutu produk itu sendiri. Karena ini sangat potensial, terutama produk mangga gedong gincu. Sehingga ini bisa jadi icon Kabupaten Cirebon kedepan bersaing dengan Indramayu,” pungkasnya.

Sementara itu, kuwu Sindangjawa H. E Kasturi mengatakan, pihaknya menyambut positif adanya bimbingan teknis tersebut. Karena menurutnya, hal tersebut sangat bermanfaat terutama untuk masyarakat Sindangjawa.

“Yang jelas ini sangat positif untuk masyarakat kami. Sehingga ilmu – ilmu yang disampaikan, kami harap dapat terserap dengan baik. Sehingga UMKM maupun KWT di desa kami, dapat meningkat dan lebih maju lagi. Ilmu yang telah disampaikan, jelas menjadi solusi bagi kami. Baik soal pengolahan maupun pengemasan produk yang baik dan benar,” terangnya.

Ia berkeinginan, hasil dari bimtek itu bisa disosialisasikan kepada masyarakat Sindangjawa. Agar memanfaat ilmu pengetahuan tersebut bisa dipelajari oleh semua orang. Sehingga harapannya kedepan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Sindangjawa.

“Kami sangat berharap, dengan kegiatan tersebut masyarakat kami akan lebih pintar dalam mengolah dan memanfaatkan pertanian. Sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Kami akan terus berupaya meningkatkan pembangunan sumber daya masyarakat kami, agar terciptanya Sindangjawa yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

11 − four =