Sidang Tipikor Kuwu Winong Masih Dalam Proses Penuntutan

Sidang Tipikor Kuwu Winong Masih Dalam Proses Penuntutan

293
0
SHARE
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Aditya Rakatama (kiri) bersama Kasie Pidsus, Irwan.

CIREBON (R) – Sidang kasus korupsi kuwu desa Winong kecamatan Gempol kabupaten Cirebon, terus bergulir di pengadilan tipikor Bandung Jawa Barat.

Dalam sidang yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, mengagendakan pembacaan tuntutan terdakwa, oleh Jaksa Penuntut Umum kepada majelis Hakim pengadilan Tipikor.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Aditya Rakatama kepada awak media mengatakan, dalam sidang tersebut Jaksa menuntut kuwu Winong, dengan tuntutan 2 tahun kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp. 131 juta.

“Agenda pembacaan tuntutan kemarin, jaksa menuntut 2 tahun kurungan. Kewajiban pengembalian uang sesuai lapdu Inspektorat kabupaten Cirebon, sejumlah Rp. 131 juta dan denda sebesar Rp. 50 juta. Sedangkan pasal yang disangkakan, pasal 3 Undang -Undang Tipikor nomor 31 tahun 1999,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait sidang putusannya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu jadwal sidang, dari Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jawa Barat.

“Sebenarnya sidang putusan dijadwalkan pada Minggu ini. Namun majelis hakim menundanya. Sidang sendiri akan diagendakan minggu depan,” jelasnya.

Di singgung mengenai beberapa kasus korupsi yang menyeret pejabat kuwu di Kabupaten Cirebon, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pengunaan dana desa di tahun 2017.

“Sekarang kembali lagi kepada perilaku dan mental kuwu tersebut. Artinya dia mau atau tidak mengelola anggaran dana, yang ada di desa, dengan baik dan transaparan,” jawabnya.

Pihaknya juga selama ini sudah berpesan kepada para kuwu, agar berhati – hati dalam mempergunakan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).

“Pergunakan sebaik – baiknya, jangan berani menyelewangkan apalagi korupsi, karena anggaran itu harus dipertanggung jawabkan,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

seven − 3 =