Sidang Tilang Meningkat, Kesadaran Lalu Lintas Masih Minim

Sidang Tilang Meningkat, Kesadaran Lalu Lintas Masih Minim

229
0
SHARE
Suasana loket pengambilan bukti tilang di Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Jumat (15/11/2019).

CIREBON (R) – Pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Cirebon makin tinggi. Kenaikan angka pelanggaran tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang menjalani sidang tilang di Kejaksaan Negeri Sumber Kabupaten Cirebon. Angka kenaikan tersebut juga disumbang dari gelar Operasi Patuh Lodaya 2019 oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kabupaten Cirebon.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Tommy Kristanto S.H., M.Hum mengatakan, pelaksanaan sidang tilang pada Jum’at (15/11/2019), Kejaksaan menerima berkas perkara tilang sebanyak 975 berkas. Selain itu, ia mengatakan data berkas perkara tilang sendiri, bersifat fluktuasi dan terus mengalami perubahan setiap harinya.

“Memang berkas tilang ini fluktuasi naik turun. Terkadang ada saat – saat tertentu melonjak sampai 2.000 – 5.000 berkas. Bahkan bisa sampai 3.000 – 4.000 berkas. Terkadang juga 500 – 1.000 berkas. Ini juga tergantung hasil operasi dari pihak kepolisian. Ketika ada momen – momen operasi tertentu, jumlahnya bisa meningkat,” jelasnya.

Ia menuturkan, dari berkas yang masuk pihaknya akan memproses dan ketika berkas tersebut jumlahnya banyak, ia memastikan prosesnya tidak akan selesai dalam satu hari.

“Oleh karena itu kami Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon berkomitmen akan melayani masyarakat dengan maksimal. Salah satunya, saya meminta petugas tilang bekerja ekstra waktu. Bahkan kita perlu lebihkan dari waktu kerja standar kita, waktunya diperpanjang,” tuturnya.

Kajari juga menjelaskan, selain melayani pada hari kerja¬† pelaksanaan sidang tilang juga dilaksanakan di luar hari kerja yaitu Jum’at, Sabtu dan hari Minggu. Untuk hari Minggu sendiri, ia mengatakan, dilaksanakan berbarengan dengan program car free day yang dilaksanakan di area perkantoran pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Kita juga punya program tilang keliling. Jadi memungkinkan para pelanggar bisa mengambil barang bukti di luar hari kerja Jum’at, Sabtu dan Minggu khusus saat pelaksanaan car free day. Mudah – mudahan masyarakat tidak mengganggu jam kerjanya. Prinsipnya kita ingin melayani masyarakat sebaik mungkin dan melayani masyarakat secara prima,” jelasnya.

Kajari mengakui, terkait fasilitas tempat dalam sidang tersebut masih sangat terbatas. Namun dalam hal ini, pihaknya, berupaya mensiasati dengan membuka tempat yang lebih luas dan memadai yaitu berada di belakang loket, tepatnya di area GOR Ranggajati.

“Arti memadai disini, kami paham, kami memaklumi bahwa ketika antrian ratusan orang, akan tidak nyaman. Namun kami upayakan untuk dipasang tenda. Juga dibuka loket khusus untuk masyarakat yang berkebutuhan khusus atau lansia. Kami juga menyediakan sarana wifi gratis yang bisa di akses oleh masyarakat sehingga saat menunggu, mereka bisa nyaman dan tidak jenuh,” pungkasnya. (tim)

LEAVE A REPLY

13 − 4 =