Sidang Kedua PT. CEPR PLTU 2 Cirebon Vs Ahli Waris H. Kasrip...

Sidang Kedua PT. CEPR PLTU 2 Cirebon Vs Ahli Waris H. Kasrip Bersama Warga Kanci

1071
0
BERBAGI
Rudi Setiantono, SH (kiri) kuasa hukum almarhum H. Kasrip bersama tim kuasa hukumnya usai mengikuti persidangan di PN Sumber, Rabu (16/12/2020).

CIREBON (rq) – Sengketa pembangunan tower Sutet titik 6 di desa Kanci berujung pada meja hijau di Pengadilan Negeri Sumber. Alhi waris bersama dengan masyarakat terdampak, menggugat PT. Cirebon Energi Prasarana, karena dianggap tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Kuasa hukum penggugat, Rudi Setiantono, SH dari Firma Hukum NouRu Associates usai persidangan mengatakan, pihaknya mewakili ahli waris almarhum H. Kasrip, Andi Wutu dan kawan – kawan, mengajuan gugatan perbuatan melawan hukum, terhadap pihak PT. Cirebon Energi Prasarana (CEPR).

Ia mengatakan, gugatan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan tapak menara sutet titik 6, yang berada di desa Kanci Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon.

“Upaya hukum yang kami ajukan ini, menurut hemat kami, peralihan atau penerbitan SPH (Surat Peralihan Hak) tersebut, ada indikasi mal administrasi atau unprosedural. Karena dalam proses peralihan tersebut, para ahli waris tidak pernah dilibatkan sama sekali,” jelas Rudi di PN Sumber, Rabu (16/12/2020).

Rudi juga mengatakan, dari awal Desember 2020 lalu, pembangunan tapak menara sutet itu sudah berjalan. Padahal menurutnya, ahli waris bersama dengan warga terdampak, sedang melakukan upaya hukum di Pengadilan Negeri Sumber dengan nomor perkara 66pdt.G/PN.Sbr/2020. Namun upaya tersebut tidak dihiraukan, dan pembangunan masih terus berjalan.

“Dengan adanya upaya hukum tersebut, mestinya objek gugatan itu dalam status a quo. Tapi ini justru tidak dihiraukan dan pembangunan tetap berjalan. Kami mohon kepada pihak PT. Cirebon Energi Prasarana, untuk menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.

Rudi juga berharap kepada pihak PT. Cirebon Energi Prasarana untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, serta menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan melalui cara – cara konstitusional.

“Pihak perusahaan mestinya juga ikut serta menjaga kondusifitas dengan cara menghormati proses hukum yang berjalan. Hentikan dulu pekerjaan sampai dengan adanya putusan pengadilan. Berikan contoh yang baik kepada masyarakat,” himbaunya.

Advertorial

Bahkan Rudi juga mengatakan, apabila pembangunan tapak sutet tersebut terus berjalan, jangan salahkan masyarakat jika nanti terjadi aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya.

Terkait proses persidangan sendiri, Rudi mengakui sudah dua kali persidangan yang di gelar oleh PN Sumber dengan nomor perkara 66pdt.G/PN.Sbr/2020 dan pada agenda pesidangan yang kedua tersebut, dikatakannya adalah tahapan pemanggilan para pihak.

“Agenda sidang hari ini adalah tahapan yang kedua yaitu pemanggilan para pihak. Dari pihak penggugat, Ahli waris Almarhum H. Kasrip dan Andi Wutu beserta kawan – kawan. Sementara pihak tergugat yaitu PT. Cirebon Energi Prasarana, Suhaji dan kawan –  kawan, serta turut tergugat yaitu BPN, Pemerintah Kecamatan Astanajapura, Pemerintah Desa Kanci, beserta Notaris Wati Musilawati SH,” pungkasnya.

Untuk agenda sidang selanjutnya adalah upaya mediasi yang direncanakan akan digelar pada tanggal 28 Desember 2020 dengan agenda penawaran mediasi oleh pihak penggugat.

Dalam ruang persidangan terlihat juga beberapa perwakilan anggota LSM GMBI Distrik Cirebon Raya yang mengikuti jalannya persidangan tersebut. (is/ta)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

three + sixteen =