Seratus Pekerja PT. JPI Palimanan Barat Nganggur Massal

Seratus Pekerja PT. JPI Palimanan Barat Nganggur Massal

1296
0
SHARE
Bangunan pabrik PT. Jafa Palma Indonesia (JPI) yang terletak di wilayah desa Palimanan Barat kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Sebanyak kurang lebih 100 (seratus) pekerja di PT. Jafa Palma Indonesia (JPI), desa Palimanan Barat kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, kehilangan pekerjaan alias menganggur massal. Pemutusan hubungan kerja tersebut dikarenakan pihak PT. JPI, tidak lagi memperpanjang kontrak para pekerjanya yang habis pada bulan Desember 2018 lalu.

Ketua SPA FSPS PT. Jafa Palma Indonesia, Bustomi yang juga ikut dalam gelombang pengangguran massal tersebut, membenarkan informasi itu. Dirinya tidak mengetahui secara gamblang, alasan pihak perusahaan tidak lagi memperpanjang kontrak dirinya dan rekan – rekannya tersebut.

“Saya cuma dapat informasi dari pihak perusahaan bahwa sudah habis kontrak. Sampai saat ini belum ada pemanggilan dari pihak perusahaan (PT. Jafa Palma Indonesia), untuk berangkat dan bekerja lagi. Kurang lebih hampir seminggu saya menganggur,” jelasnya kepada Republiqu Kamis, (3/1/2019).

Ia juga mengungkapkan, selain dirinya, enam orang anggota FSPS Singaperbangsa lainnya, yang bekerja di PT. JPI juga mengalami nasib yang sama. Karena habis masa kontrak pada Desember 2018 kemarin, 6 anggota FSPS Singaperbangsa lainnya juga ikut menganggur dan kehilangan mata pencaharian.

“Bukan cuma saya mas, 6 anggota FSPS yang bekerja di pabrik itu (PT. Jafa Palma Indonesia), juga menganggur sekarang mas. Saya tidak tahu apakah nanti dipanggil kerja lagi atau tidak. Yang pasti banyak mas yang sekarang habis kontrak dan menganggur. Kurang lebih sampai seratus orang pekerja. Sampai sekarang belum ada kepastian bakal diperpanjang atau tidak,” paparnya.

Sementara itu, Manajer PT. Jafa Palma Indonesia Sofyan Sonjaya atau yang akrab disapa Iyan membenarkan informasi tersebut. Lewat pesan instan WhatsApp, Iyan menyangkal bahwa pemberhentian kerja itu sebagai PHK massal. Menurutnya pemberhentian kerja itu lantaran masa kontrak kerja yang sudah habis pada Desember 2018 kemarin.

“Tidak ada namanya PHK massal. Itu kontrak habis,” tulis Iyan melalui pesan WhatsApp.

Dirinya juga menyangkal isu yang beredar di masyarakat, yang menyebut jumlah pekerja yang diberhentikan karena habis kontrak, di PT. Jafa Palma Indonesia, sebanyak kurang lebih 300 orang.

“Saya kurang yakin dengan datanya. Datanya ada di kantor. Hanya saja kontrak habis,” imbuhnya dalam pesan instan WhatsApp.

Disinggung mengenai Ketua SPA Singaperbangsa Bustomi, yang juga ikut diberhentikan, Iyan mengaku yang bersangkutan telah habis kontrak. Menurutnya hampir kurang lebih seratus pekerja yang habis kontraknya.

“Mungkin cuma 100. Kurang lebihnya. Ya habis kontrak pak,” tutup Iyan.

Sampai berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi ataupun tanggapan terkait hal tersebut. Baik dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, ataupun Balai Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon. (is/ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

four × 3 =