Santri Sikapi Oknum Dewan Yang Sebut Pesantren “Bangkang”

Santri Sikapi Oknum Dewan Yang Sebut Pesantren “Bangkang”

902
0
BERBAGI
Meme salah satu anggota DPRD Kabupaten tersebut beredar luas dimedsos.

CIREBON (rq) – Jagat perpolitikan di Kabupaten Cirebon kembali memanas. Kali ini, statement salah satu anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, diduga melukai para santri dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Cirebon.

Dalam press realeasenya, A. Inu Ubaidillah selaku Koordinator Lingkar Santri Cirebon (LSC), Sabtu (4/7/2020), menyampaikan sejumlah sikap kekecewaan terhadap statement oknum anggota dewan yang menyebut Pesantren “Bangkang” dalam hal pengurusan perizinan di Kabupaten Cirebon, isinya adalah sebagai berikut :

Menjawab kegelisahan santri dan pihak-pihak yang mencintai Pondok Pesantren atas munculnya statement yang tak berdasar terkait IMB Pondok Pesantren, maka berikut adalah pernyataan Sikap “Lingkar Santri Cirebon” :

(1) Bahwa statement saudara Hermanto dari Fraksi Partai Nasdem Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon pada saat pembahasan IMB UMC tanggal 2 Juli 2020, yang mencoba mengaitkan status IMB UMC dengan IMB Pondok Pesantren, sangat melukai insan Pondok Pesantren di Kabupaten Cirebon.

Ucapan tersebut juga potensial menimbulkan friksi dan opini yang keliru di masyarakat yang merugikan Pondok Pesantren. Yang oleh sebab itu maka secara hukum statmen Hermanto mengenai IMB Pondok Pesantren adalah bentuk tuduhan serius terhadap Pondok Pesantren yang mempunyai konsekuensi hukum.

(2) Bahwa kami juga menyayangkan sikap Bupati Cirebon selaku eksekutif dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon selaku legislatif, yang diduga telah abai terhadap Pondok Pesantren dengan tidak memberikan pemahaman yang komperhensif mengenai keberadaan Pondok Pesantren, beserta sumbangsihnya terhadap memajukan kecerdasan bangsa.

Sikap abai itu patut diduga pula menjadi alasan dari keberanian saudara Hermanto dalam membuat statement yang mendiskreditkan Pondok Pesantren dan menyeret-menyeret Pondok Pesantren pada peristiwa yang sama sekali tidak diketahui oleh Pondok Pesantren.

(3) Bahwa kami mendesak pihak eksekutif dan legislatif untuk ke depannya agar bertindak profesional dalam menangani persoalan. Sikap profesional itu salah satunya dilakukan dengan tidak mencoba melibatkan pihak-pihak yang tidak berperkara, masuk ke dalam perkara dalam hal dan keadaan apapun.

Termasuk juga sebagai contohnya adalah dalam polemik terkait IMB UMC yang kami harapkan agar segera diselesaikan oleh Pemerintah Daerah, DPRD, dan pihak terkait dengan profesional dan tanpa melakukan upaya-upaya pembiasan dengan mengaitkan Pondok Pesantren ke dalam persoalan yang secara hukum tidak masuk ke dalam salah satu pihak. Pembiasan informasi itu terkesan cenderung mempergunakan Pondok Pesantren sebatas komoditas politik.

Adapun pernyataan sikap ini kami buat berdasarkan kesadaran bersama dan tanpa ada tendensi partai politik manapun.

4 Juli 2020
Lingkar Santri Cirebon (LSC)
Koordinator A Inu Ubaidillah

(is/ta)

LEAVE A REPLY

five × 1 =