RSIA Khalisah Silaturahmi Ke Keluarga Bayi Ahmad

RSIA Khalisah Silaturahmi Ke Keluarga Bayi Ahmad

359
0
SHARE
Kunjungan pihak RSIA Khalisah Palimanan ke rumah ibu Dede dan bapak Maman, selaku pasien yang kehilangan buah hatinya bayi Ahmad.

CIREBON (R) – Takdir memang kuasa Tuhan. Segala upaya yang dilakukan manusia hanyalah ikhtiar. Begitu pula yang dilakukan RSIA Khalisah dalam menangani setiap pasiennya. Semua sudah dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Segala upaya dan tindakan, dilakukan dengan penuh kehati – hatian dan kecermatan. Dengan harapan, kesembuhan pasien dan kesehatannya bisa kembali dipulihkan.

Begitulah sedikit ungkapan yang disampaikan oleh Reno selaku Humas RSIA Khalisah, saat bersilaturahmi ke kediaman keluarga Ahmad. Bayi malang yang saat itu ditangani persalinannya oleh RSIA Khalisah Palimanan, yang tidak dapat tertolong yang diakibatkan ketersediaan alat medis khusus bayi prematur, yaitu NICU.

Kepada Republiqu, Reno Humas Khalisah Palimanan menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga pasien Dede, mewakili Direktur RSIA Khalisah Palimanan dr. Jenni, yang tidak bisa datang karena adanya kesibukan. Ia mewakili rumah sakit tidak menghendaki sedikit pun, pasien yang ditanganinya mengalami sesuatu yang tidak di inginkan.

“Kedatangan kami kesini, dalam rangka menjalin silaturahmi dengan keluarga pasien, ibu Dede dan bapak Maman. Kami mewakili Direktur RSIA Khalisah dr. Jenni, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialami oleh bayi Ahmad buah hati pasien kami, yang tidak bisa tertolong. Sungguh kami sudah melakukan yang terbaik dalam penanganannya,” ungkap Reno, Senin (23/9/2019).

Ia berharap, kejadian seperti itu tidak terulang lagi di kemudian hari. Menurutnya pihak rumah sakit akan berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan tindakan dan penanganan medis kepada semua pasiennya. Mengutip kata Direktur RSIA Khalisah Palimanan, soal umur, jodoh, rejeki, termasuk kematian, itu adalah kuasa Tuhan.

“Sekali lagi kami menyampaikan ketidak kuasaan kami dalam mengatur takdir. Semua sudah diupayakan sebaik mungkin dan sehati – hati mungkin. Cuma itu yang bisa kami lakukan, selebihnya adalah kuasa tuhan. Kami tentu berharap semoga keluarga pasien, bisa lebih menerima kenyataan ini dengan ikhlas dan lapang dada,” ujarnya.

Reno juga menghimbau kepada masyarakat, untuk lebih peduli dengan kesehatan. Sejatinya menurut dia, tidak ada satu orang pun yang ingin sakit. Semua tergantung individu masing – masing. Begitu juga kehamilan, yang selama prosesnya harus dirawat dan dijaga baik – baik. Jangan sampai dalam perjalanannya, proses kehamilan itu mengalami hambatan.

“RSIA Khalisah Palimanan akan memprioritaskan segala keluhan masyarakat dalam merawat dan menjaga proses kehamilan pasiennya. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan ibu dan bayinya. Semoga dengan pemeriksaan rutin dan konsultasi kehamilan dengan dokter rumah sakit kami, semuanya bisa terselamatkan,” ungkap Reno.

Sementara itu, Maman selaku ayah dari bayi Ahmad mengaku sangat terkejut mendapat kunjungan dari pihak RSIA Khalisah Palimanan. Ia berterima kasih, pihak rumah sakit mau berkunjung ke kediamannya sebagai bentuk menjalin silaturahmi dengan pihak keluarga pasien. Ia berharap, semoga dengan pertemuan tersebut dapat menenangkan hati keluarganya untuk menerima kenyataan pahit itu.

“Tentu kami bersyukur pihak RSIA Khalisah Palimanan mau datang kerumah kami. Ini kami anggap sebagai kepedulian pihak rumah sakit kepada kami selaku keluarga pasien. Kami tentu berharap kejadian pahit yang kami anggap sebagai musibah ini, tidak menimpa orang lain. Semoga pihak rumah sakit bisa lebih profesional dan lebih meningkatkan fasilitasnya, demi keamanan dan keselamatan pasiennya,” pungkas Maman. (tim)

LEAVE A REPLY

eighteen + fourteen =