Rencana Proyek SPAL Blok Prapatan Palimanan Timur Dipersoalkan Warga

Rencana Proyek SPAL Blok Prapatan Palimanan Timur Dipersoalkan Warga

209
0
SHARE
Salah satu kegiatan proyek pembangunan desa Palimanan Timur berupa rehabilitasi kantor desa.

CIREBON (R) – Masyarakat desa Palimanan Timur kecamatan Palimanan kabupaten Cirebon, keluhkan pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang belum terealisasi. Padahal rencana pembangunan SPAL tersebut sudah dimusrembangkan. Namun sampai saat ini belum ada kepastian dari pemdes Palimanan Timur, kapan pembangunan akan dilaksanakan.

Masyarakat menilai, pembangunan sarana SPAL sangat diperlukan untuk menanggulangi permasalahan banjir yang kerap terjadi ketika memasuki musim penghujan.

Deni Supriatna selaku masyarakat desa Palimanan Timur mengatakan, pembangunan SPAL sudah menjadi rencana pembangunan di tahun 2019. Menurutnya keputusan tersebut merupakan kesepakatan hasil dari musyawarah di tingkat desa maupun tingkat dusun beberapa waktu lalu.

“Dalam musdus kemarin sudah jelas pada tahun 2019 akan diadakan pembangunan saluran pembuangan air limbah. Lokasinya juga jelas, yaitu di RT 13 RW 5 blok Prapatan desa Palimanan Timur. Tapi sampai masuk di akhir bulan Nopember ini, pembangunan itu belum juga teralisasi,” terangnya kepada awak media, Selasa (26/11/2019).

Ia mempertanyakan, apa sebab keterlambatan pembangunan SPAL tersebut. Apakah anggaran pembangunan itu dialihkan ke pekerjaan lain atau karena ada faktor lain. Intinya ia meminta penjelasan terkait pelaksanaan pembangunan yang belum terealisasi tersebut. Deni khawatir anggaran itu tidak terserap, mengingat masa akhir anggaran pembangunan 2019 sudah sangat dekat.

“Saya juga aneh kenapa sampai saat ini masih belum teralisasi. Apakah keterlambatan pencairan atau apa ? Padahal biasanya, pembangunan infrastuktur itu harus dilaksanakan maksimalnya bulan Nopember. Kalau ini tidak dilaksanakan, apakah nanti tidak berbenturan dengan masa akhir pencairan anggaran. Artinya mau kapan lagi itu dilaksanakan, kalau toh itu sudah menjadi jadwal pembangunan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, jika ada pengalihan lokasi kegiatan, seharusnya ada berita acara secara tertulis terkait peralihan lokasi kegiatan tersebut. Sehingga masyarakat mendapatkan kejelasan terkait rencana pembangunan SPAL tersebut.

“Jika ada peralihan lokasi, seharusnya ada berita acaranya dong. Jangan seenaknya sendiri. Nanti masyarakat sudah menunggu, menanti ternyata tidak teralisasi. Artinya masyarakat merasa dikibuli atau dibohongi. Nantinya masyarakat bisa berasumsi macam – macam. Intergritas kuwu bisa terancam dan legitimasi kuwu jadi buruk perihal peralihan kegiatan fisik,” tegasnya.

Terkait persoalan tersebut, pihaknya sudah mempertanyakan pembangunan SPAL kepada pemerintah desa, melalui sekretaris desa maupun Kaur Ekbang desa Palimanan Timur. Namun menurutnya, belum mendapatkan jawaban yang memuaskan mengenai pembangunan SPAL tersebut.

“Perlu saya sampaikan bahwa, saluran air itu sangat vital untuk kami. Apabila musim penghujan datang, dapat membanjiri beberapa rumah di wilayah itu. Padahal kalau segera di sender, air itu akan mengalir kencang dan cepat surut. Namun jika ini tidak segera di sender, maka permasalahan genangan air di wilayah kami, tidak pernah akan ada habisnya. Maka dari itu kami minta kejelasan dari pemerintah desa,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

five × one =