Puskemas Karangsari Brantas Sarang Nyamuk DBD

Puskemas Karangsari Brantas Sarang Nyamuk DBD

322
0
SHARE
Petugas puskesmas Karangsari dibantu warga menaburkan bubuk abate disalah satu bak mandi warga blok Gembulu desa Megucilik kecamatan Weru.

CIREBON (R) – Dengan terus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Cirebon, pemkab Cirebon menggelar gerakan berantas sarang nyamuk. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak oleh seluruh instansi di wilayah ruang lingkup pemerintah Kabupaten Cirebon, tak terkecuali pemerintah desa dan kecamatan, Jumat (8/2/2019).

Kepala puskesmas Karangsari Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Nurfatmawati yang juga melaksanakan kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan yang dilakukannya saat ini, merupakan salah satu tindakan pencanangan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masal seluruh puskesmas se – Kabupaten Cirebon, dalam rangka memberantas sarang jentik nyamuk demam berdarah. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi dan mencegah kasus – kasus DBD di Kabupaten Cirebon.

“Intinya dalam gerakan masal ini petugas memberikan penyuluhan dan sosialisasi, bahwa PSN ini jauh lebih penting daripada tindakan foging. Dengan memberikan penyuluhan tentang penanggulangan DBD, masyarakat akhirnya lebih mengetahui bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah yang paling tepat, dalam menangkal dan mengurangi terjadinya kasus DBD di lingkungan tempat tinggal masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, terkait foging tersebut baru dapat dilakukan apabila ada masyarakat yang telah terindikasi atau didiagnosa DBD dan sudah dalam perawatan rumah sakit. Maka pihak rumah sakit lah yang akan melaporkan ke dinas kesehatan dan ditembuskan ke puskesmas yang wilayahnya terkena kasus DBD.

“Dari beberapa laporan itu, maka dinas kesehatan akan melakukan pendataan puskesmas – puskesmas mana saja yang terdapat kasus DBD. Kemudian dari situ lah baru melaksanakan foging. Sebetulnya foging tersebut bukan yang paling utama, akan tetapi menjaga kebersihan lingkungan jauh lebih penting. Untuk itu masyarakat juga dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan 3M+ yaitu, menguras, menutup serta menaburkan bubuk Abate pada bak mandi atau tempat – tempat penampungan air agar nyamuk tidak bersarang dan bertelur disitu,” jelasnya.

Pihaknya dalam hal ini juga menghimbau kepada masyarakat, untuk senantiasa menjaga lingkungannya agar selalu bersih. Sehingga bahaya penyakit yang ditimbulkan akibat adanya musim penghujan seperti DBD, Diare, ispa dan penyakit lainnya dapat di cegah dan diminimalisir.

Sementara tanggapan positif disampaikan oleh ketua Rt 03 Blok gembulu desa Megucilik kecamatan Weru kabupaten Cirebon, Ruendra atau yang akrab disapa bung Jali ini mengatakan, masyarakatnya sangat menyambut positif terkait adanya pencanangan PSN masal tersebut. Karena menurutnya dengan program tersebut masyarakat dapat lebih memahami tentang bahaya DBD dan pencegahannya.

“Kami selaku masyarakat berterimakasih adanya penyuluhan dan sosialisasi ini. Karena dengan adanya kegiatan ini, masyarakat mejadi paham bahwa mencegah DBD tidak hanya menggunakan foging saja. Akan tetapi, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan jauh lebih penting,” tandasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

seventeen − twelve =