Potensi Wisata Alam Di Kab. Cirebon Masih Butuh Sentuhan

Potensi Wisata Alam Di Kab. Cirebon Masih Butuh Sentuhan

149
0
BERBAGI
Desa Sindangjawa Kecamatan Dukupuntang memiliki potensi alam yang sangat memungkinkan untuk pengembangan wisata agro.

CIREBON (R) – Memajukan pariwisata sebagai salah satu aset pembangunan daerah, masih menjadi wacana yang sulit direalisasikan. Anggaran yang terbatas dan perencanaan yang kurang terintegrasi dengan semua stakeholder, menjadi salah satu kendala yang masih menjadi mimpi bagi pengembangan wisata di Kabupaten Cirebon, termasuk salah satunya wisata alam.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Nana Mulyana mengungkapkan, potensi wisata di Kabupaten Cirebon, yang salah satunya adalah wisata alam, memang sangat potensial untuk dikembangkan. Menurutnya di Kabupaten Cirebon, masih terdapat banyak daerah perdesaan yang potensi kekayaan alamnya, bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata alam.

“Di Kabupaten Cirebon itu, dari sisi geografisnya lengkap sekali. Semuanya ada, mulai dari desa pesisir di pinggir pantai, sampai dengan kawasan desa hijau yang letaknya diperbukitan. Itu semua adalah ciptaan sang maha pencipta. Kita tinggal menatanya dan mempercantiknya supaya bisa lebih bermanfaat. Semuanya itu di Kabupaten Cirebon sudah tersedia,” jelasnya.

Nana mengakui, masih banyak potensi wisata alam di daerah perdesaan, yang belum tersentuh pembangunan. Hal ini yang kemudian memicunya, untuk mengajak pemerintah desa agar ikut serta dalam memajukan wisata di desanya masing – masing. Karena menurutnya, sudah banyak desa yang sukses membangun sektor pariwisata, sebagai salah satu penyumbang pendapatan asli desanya.

“Dengan adanya dana desa, seharusnya pembangunan di desa, bisa lebih cepat berkembang. Coba kita lihat di Jawa Tengah, sudah banyak desa yang mampu mengelola dana desa, untuk pengembangan sektor pariwisata. Hasilnya, mampu mendongkrak pendapatan bagi desanya. Roda perekonomian pun, berputar cepat. Banyak masyarakat yang juga mendapatkan manfaatnya,” ujar Nana.

Sementara itu menurut Nana, Kabupaten Cirebon bukannya tidak mampu mengembangkan sektor pariwisata perdesaan. Hanya saja, Nana mengatakan, fokusnya belum kearah sana. Karena masih banyak desa yang memprioritaskan infrastruktur masyarakat, sebagai program pembangunan desanya. Dan itu, menurutnya, cukup banyak menyerap anggaran dana desa.

“Sejak 2015 dana desa digulirkan, hampir mayoritas pemerintah desa di Kabupaten Cirebon masih berfokus pada pembangunan infrastruktur. Mudah – mudahan di tahun ini, pemerintah desa di Kabupaten Cirebon, bisa memulai pembangunan ekonomi kemasyarakatan, termasuk salah satunya pengembangan sektor pariwisata perdesaan,” jelasnya.

Nana mengungkapkan, di Kabupaten Cirebon sudah ada beberapa desa yang fokus menata sektor pariwisata, diantaranya adalah, desa Tegalwangi dengan wisata handycraft rottan, desa Cupang wisata alam batu lawang, desa Palimanan Barat dengan wisata alam banyu panas Gempol, desa Ciwaringin dengan wisata kampung batik tulis pewarna alami dan masih banyak lagi.

“Kami selaku pemerintah terus berupaya memajukan wisata di Kabupaten Cirebon. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, diharapkan mampu menumbuhkan sektor ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Cirebon, khususnya masyarakat setempat. Kami juga mengajak kepada sekolah – sekolah di Kabupaten Cirebon, untuk mengadakan study banding di daerahnya sendiri, agar anak cucu kita bisa ikut melestarikan dan ikut memajukan Kabupaten Cirebon di masa yang akan datang,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

15 + two =