Ponpes Khas Kempek Silaturahmi Kebangsaan Jelang Pemilu

Ponpes Khas Kempek Silaturahmi Kebangsaan Jelang Pemilu

762
0
BERBAGI
Ponpes Khas Kempek terlihat sesak para santri dan tamu undangan dalam acara silaturahmi kebangsaan.

CIREBON (R) – Podok Pesantren Khas Kempek Kabupaten Cirebon, menggelar silaturahmi kebangsaan dalam rangka pileg dan pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk, Senin (3/12/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut kapolda Jawa Barat, Pj Bupati Cirebon, Dandim 0620/Kab Cirebon, Kapolres Cirebon, ketua DPRD Kabupaten Cirebon, ketua KPU, ketua Bawaslu, para kyai dan seluruh lintas agama serta 1500 undangan yang lainnya.

Acara tersebut dilaksanakan di komplek pondok pesantren Khas Kempek, desa Kempek Kecamtan Gempol Kabupaten Cirebon.

Pemimpin pondok pesantren Khas Kempek, KH. Muhamad Mustofa Aqil Sirodj dalam sambutannya mengatakan, bahwa para kyai akan siap bersama-sama Pemerintah TNI dan POLRI untuk, menciptakan keamanan dan kedamaian pada pilpres dan pileg 2019.

“Kami akan bekerjasama denga seluruh institusi yang ada, untuk menciptakan pemilu yang aman dan damai di tahun 2019. Para kyai NU juga siap, mempersatukan umat beragama dan tidak berpihak pada salah satu golongan,” tegasnya saat memberikan sambutan di depan ribuan tamu undangan.

Sementara itu Pj. Bupati Cirebon, Dicky Saromi mengatakan, pihaknya dan seluruh masyarakat indonesia, menginginkan momen pemilu di tahun 2019 yang akan datang, dapat berjalan lancar, aman, kondusif, sejuk dan damai.

“Kita semua mengiginkan pemilu mendatang dapat berjalan lancar dan sukses. Sehingga tercipta suasana aman dan damai di masyarakat. Semoga persatuan dan kesatuan bangsa ini dapat terus terjaga,” terangnya.

Dicky juga menegaskan, kemungkinan terjadinya imbas atau gesekan akibat dampak adu domba antar pendukung, hendaknya jangan dijadikan ajang memecah belah masyarakat.

“Pemilu nanti harus dijadikan pendewasaan berpolitik, dalam rangka memilih seorang pemimpin, yang dapat membawa bangsa dan negara menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, perlu adanya peran dan kehadiran para tokoh agama di tengah -tengah masyarakat, sebagai penyelaras dan penyejuk di berbagai aktivitas dalam berpolitik.

“Kehadiran dan peran serta tokoh agama, akan menjadi penyejuk dan penyeimbang di tengah – tengah ketidakpastian masyarakat. Sehingga pada pelaksanaan pemilu 2019 mendatang, menjadikan politik yang santun dan bermartabat,” tuturnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

five − one =