Plt Kepsek SMPN 4 Kota Cirebon Diduga Main Babat Tanaman Sekolah

Plt Kepsek SMPN 4 Kota Cirebon Diduga Main Babat Tanaman Sekolah

709
0
BERBAGI
Penebangan pohon di lingkungan SMPN 4 Kota Cirebon.

CIRKOT (rq) – Ada-ada saja ulah Plt SMPN 4 Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan dalam mengelola lingkungan sekolah, terutama dalam hal penghijauan di sekolah yang ia pimpin tersebut.

Pasalnya ia diduga dengan seenaknya merubah, bahkan memangkas semua pohon atau tanaman yang sudah rimbun. Sehingga lingkungan sekolah terlihat kembali gersang.

Padahal sebelumnya, lingkungan sekolah tersebut terlihat asri dan rimbun dengan pepohonan yang dapat menciptakan udara bersih, sekaligus sebagai kantong oksigen alami.

Hal ini terungkap saat Media Republiqu mendatangi sekolah yang terletak dibilangan Jalan Pemuda Kota Cirebon tersebut dengan merespon aduan dari para orang tua murid.

“Kami menyayangkan tindakan barbar dari oknum Plt Kepsek, yakni main babat tanaman tersebut. Padahal sebelumnya terlihat rimbun dan asri serta dapat dijadikan taman edukasi,” ujar Bamby salah seorang orang tua murid kepada awak media.

Menurut sumber berita ini, tanaman dan pohon yang rindang tersebut adalah hasil kerja Kepala Sekolah terdahulu, yakni H. Elang Tomi Ipplaludin dengan tujuan untuk menjadikan sekolah Go Green, sekaligus mengikuti lomba Adi Wiyata.

Namun akibat terjadi kasus tersebut, maka semua rencana terancam mandeg dan tentu berdampak buruk pada lingkungan sekitar sekolah yang kembali gersang.

“Harus ada tindakan yang tegas dari dinas terkait kepada oknum Kepsek tersebut. Karena diduga telah merusak lingkungan sekolah dengan membabat semua jenis tanaman atau pohon tanpa koordinasi dulu,” ujar orang tua murid lainnya.

Sementara itu Kepala Sekolah terdahulu, Elang Tomi sangat menyayangkan peristiwa itu. Karena menurutnya, perbuatan itu tidak menghargai pengorbanan semua pembuat taman yang merupakan taman edukasi bagi generasi muda, khususnya para murid sekolah. Menurutnya itu merupakan perusakan lingkungan, dilingkungan sekolah.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Khairudin mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap masalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Dan yang terpenting harus tahu maksud serta tujuan Plt Kepsek melakukan tindakan yang dianggap merusak lingkungan tersebut

Pasalnya terlepas dari apapun, mengubah konsep dalam tata ruang lingkungan sekolah sejatinya harus dibicarakan terlebih dahulu.

“Saya secara pribadi sangat prihatin atas kondisi seperti ini sekiranya ini untuk mengubah konsep tata kelola lingkungan sekolah terutama taman, seharusnya dilakukan dengan tidak tergesa-gesa dan harus dibicarakan bersama-sama. Sebab ini menyangkut kepentingan bersama”, pungkas Khairudin singkat.

Sementara itu Plt Kepsek SMPN 4 Kota Cirebon Lilik AD saat hendak dikonfirmasi terkait tindakannya merusak lingkungan, beberapa kali dihubungi via selular hpnya posisi mail box. (Bm/Hf)

- Advertisement -