Pilwu Pamengkang Ribut Masalah Selisih Angka DPT

Pilwu Pamengkang Ribut Masalah Selisih Angka DPT

439
0
SHARE
Suasana rapat panitia pilwu desa Pamengkang dengan sejumlah tim sukses para calon kuwu terkait selisih angka DPT yang tidak singkron.

CIREBON (R) – Proses pemilihan kuwu serentak mulai menghangat. Di Desa Pamengkang kecamatan Mundu, sejumlah masyarakat meributkan persoalan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang berbeda dengan data panitia. Perdebatan tersebut terjadi lantaran ada masyarakat Pamengkang yang namanya belum tercatat dalam DPT.

Pjs kuwu Pamengkang Hudi mengatakan, permasalahan nama yang belum masuk dalam DPT, dikarenakan ada kekeliruan dari pihak panitia. Ia menduga panitia kelelahan, sehingga ada nama yang terlewat di input kedalam data pemilih. Ia meminta kepada panitia agar lebih selektif dalam penginputan data, agar tidak ada permasalahan yang muncul pada saat pelaksanaan pencoblosan nanti.

“Intinya kita semua sudah sepakat. Tidak ada keberatan dari para calon. Bukan soal penambahan tadi tuh. Jadi kekeliruan angka. Kesalahan input oleh panitia. Ada 17 orang, ditambah 3, jadi 20 orang tambahan. Itu sudah di akomodir semua. Sudah sepakat dan tidak ada masalah,” ungkap Hudi usai rapat di balai desa, Minggu malam (20/10/2019).

Terkait selisih angka tersebut, ia mengatakan panitia sudah menjalankan prosesnya secara benar. Namun ia tidak memungkiri, panitia juga manusia yang bisa melakukan kesalahan. Ia berharap dengan adanya kejadian tersebut dapat dijadikan masukan dan bahan intropeksi bagi panitia agar lebih selektif dalam menjalankan fungsinya.

“Dalam penginputan, mungkin ada proses yang sedikit tidak terekspose. Sebetulnya prosesnya sama. Mungkin ada miss (kesalahpahaman) dari panitia dengan pengurus warga setempat. Yang namanya kegiatan begini pasti ada miss, tapi masih bisa diselesaikan. Tadinya mungkin mereka tim sukses para calon ada kecurigaan dengan perbedaan angka itu. Maka dari itu kami meminta agar panitia bisa membuktikan,” terangnya.

Ia menyebut, sejumlah nama yang belum masuk kedalam DPT sudah disepakati oleh semua pihak, agar tidak dimasukkan lagi kedalam DPT tambahan. Jika seandainya dalam pelaksanaan pencoblosan, masih ada warga yang belum terdata, ia berharap akan ada solusi untuk dicarikan jalan keluarnya. Sehingga diharapkan pelaksanaan pilwu di desa Pamengkang bisa berjalan kondusif, tertib dan aman.

“Kalau dalam kegiatan (pencoblosan), itu memang ada kebijakan pak. Semua aturan ada kebijakan. Diaturan itu ada kebijakan. Kita liat seperti apa nanti prosesnya. Tapi mudah – mudahan saya pikir tidak usah lah. Tadi memang keputusan para calon dan tim sukses ngomong yang memutuskan tidak ada penambahan data lagi,” ujarnya.

Jika ada pertanyaan kenapa tidak boleh ada penambahan data DPT lagi, Hudi mempersilahkan untuk menanyakannya ke para calon. Karena menurutnya, kesepakatan itu adalah keinginan para calon kuwu dan tim suksesnya. Ia mengatakan kesepakatan itu bukan hasil keputusan panitia, jadi jangan sampai salah informasi.

“Kalau bapak tanya kenapa, silahkan tanyakan saja ke para calon. Kenapa tuh gak mau gitu. Itu bukan keputusan panitia. Itu keputusan daripada calon atau tim suksesnya. Jadi panitia tidak memutuskan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilwu desa Pamengkang Amir, mengaku akan mempublikasikan data DPT pada Rabu esok. Harapannya, masyarakat bisa melihat langsung data DPT yang tercatat.

“Insyallah Rabu akan dipasang DPTnya. Nanti kita lihat. Semoga bisa berjalan kondusif,” singkatnya.

Terkait persoalan DPT, berdasarkan Keputusan Bupati Cirebon, jadwal verifikasi dan pemutakhiran data penambahan DPT, dimulai dari tanggal 2 Oktober sampai tanggal 10 Oktober 2019.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jumlah DPT awal yang diserahkan panitia sebanyak 7501 pemilih. Kemudian terjadi perubahan menjadi 7469 dan yang terakhir belum masuk dalam data adalah sebanyak 17 orang dan tambahan sebanyak 3 orang. Diperkirakan jumlah total DPT adalah sebanyak 7489 pemilih. (is)

LEAVE A REPLY

fourteen + 12 =