Pesan Tersirat Lukisan Yenni Wahid Gambarkan Sosok Jokowi

Pesan Tersirat Lukisan Yenni Wahid Gambarkan Sosok Jokowi

390
0
SHARE

OPINI (R) – Beberapa hari lalu publik tentu bertanya – tanya atas keputusan Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenni Wahid, yang mendeklarasikan diri mendukung calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf di pemilihan presiden 2019.

Yenni Wahid adalah salah satu putri Presiden RI ke-4 K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memiliki pengaruh cukup besar dalam perkembangan NU dan Garis Perjuangan NU di era millenium.

Dukungan yang diberikan oleh Yenni Wahid tersebut, tentu bukan tanpa tujuan. Ditengah isu dan gencarnya pembangunan global, ia ingin menghadirkan sosok pemimpin yang konsisten, sederhana namun mau bekerja keras.

Yenni berharap bahwa bangsa Indonesia, saat ini membutuhkan sosok pemimpin seperti mendiang Ayahnya Gus Dur. Pemimpin yang bisa memahami seluruh warga negara, hak dan kewajiban dasarnya, harus terpenuhi, tanpa pandang bulu dan membeda – bedakan.

Sesaat setelah menyatakan dukungannya kepada Jokowi, Yenni Wahid kemudian menunjukkan lukisan kepada seluruh hadirin dan awak media. Lukisan tersebut tergambar jelas sosok pria berpawakan kurus, seperti Jokowi.

Seperti yang dilansir tempo.co lukisan bergambar pria tersebut adalah hasil karya seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa. Salah satu maestro kebanggaan Indonesia dan terkenal memiliki pemikiran yang kritis terhadap politik, sosial dan budaya.

Jika diperhatikan lebih detail, justru ada sesuatu yang menarik dalam penggambaran lukisan tersebut. Gambar yang terpampang dalam lukisan, sarat makna dan pesan tersirat didalamnya.

Diawali dengan sosok pria berpawakan kurus yang hanya mengenakan celana, tanpa mengenakan baju. Ini menggambarkan sosok kesederhanaan dan juga sebagai bentuk kepolosan seseorang.

Artinya, pesan yang tersirat, mencoba untuk mengungkapkan sosok pria yang jujur, rela diperlihatkan tubuhnya, agar terlihat oleh banyak orang, apakah ada cacat atau tanda apapun yang menempel ditubuh dan badannya.

Kemudian celana. Terlihat ada desain kerutan, diduga calana yang dikenakannya adalah celana kolor berwarna hitam. Itupun terlihat sekilas, karena tergambar tidak penuh.

Baca juga : Inovasi Ridwan Kamil Urai Masalah Macet Tol Bekasi-Jakarta

Artinya, pelukis mencoba menggambarkan sosok yang santai namun fokus dalam mengerjakan sesuatu hal. Ini terlihat dari gestur tangan kiri yang ditaruh kebelakang serta tangan kanan yang menggenggam koas cat dengan kelima jarinya. Serta berusaha menyelesaikan tulisan NKRI.

Yenni Wahid juga sempat disinggung oleh wartawan terkait makna tulisan NKRI yang belum sempurna penulisannya. Masih terdapat hurup I diakhir tulisan, yang sedang digambar dengan koas dan cat berwarna merah menempel dipermukaan dinding.

Tulisan yang belum selesai itu adalah penggambaran bahwa tugas Jokowi dalam memimpin dan mempersatukan NKRI masih belum selesai, harus kembali dilanjutkan, agar NKRI terlihat sempurna dan menjadi satu rangkaian kalimat (persatuan) yang utuh. (*)

Source : berbagai sumber
Penyuting : wanto

LEAVE A REPLY

fourteen + sixteen =