Pertanyakan Proyek Pamsimas, Warga Patapan Diancam dan Di Intimidasi

Pertanyakan Proyek Pamsimas, Warga Patapan Diancam dan Di Intimidasi

529
0
BERBAGI
Satori (kanan) Ketua DPW LSM BARET kabupaten Cirebon bersama salah satu jajaran pengurusnya.

CIREBON (rq) – Seorang warga asal blok Gedangan desa Patapan Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, berinisial B menjadi sasaran kekesalan warga. Hal itu diduga didasari atas surat Klarifikasi LSM Barisan Rakyat Ekonomi Tertinggal (BARET) PAC Kecamatan Beber, yang mempertanyakan manfaat proyek Pamsimas di wilayah desa Patapan, karena diduga mangkrak.

Berdasarkan Surat Nomor : 002/Inves/LSM BARET/PAC Beber/VIII/2020 yang ditembuskan ke Polsek Beber, Koramil Beber, Camat Beber, Puskesmas Beber dan DPW LSM BARET, mempertanyakan perihal pengadaan air bersih di blok Wage desa Patapan Kecamatan Beber, yang sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan atau dinikmati oleh warga setempat.

Menurut keterangan Ketua PAC Beber, Moh. A. Manap kepada Republiqu.com mengatakan, adanya pengancaman dan intimidasi salah satu warga Patapan berinisial B tersebut diduga atas dasar surat klarifikasi yang dikirimkan LSM BARET PAC Beber ke Pemerintah Desa Patapan.

“Dalam isi surat permohonan klarifikasi itu, kami LSM BARET PAC Beber mempertanyakan ke pemerintah desa Patapan perihal pengadaan air bersih di blok Wage. Karena berdasarkan hasil investigasi kami dan pengakuan masyarakat, sampai saat ini adanya proyek pamsimas itu belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat,” ujarnya, Senin (17/8/2020).

Diakui Manap, selang satu minggu dari tanggal surat tersebut atau tepatnya pada hari Sabtu Malam (15/8/2020), Ketua RT 1 memanggil salah satu warga berinisial B untuk dikonfrontir dikediaman Ketua RW perihal persoalan tersebut. Warga menduga B adalah orang yang membocorkan proyek Pamsimas tersebut ke LSM BARET, sehingga warga marah mengancam dan mengintimidasi yang bersangkutan.

advertorial –

“Kami sedikit menyayangkan alur mediasi yang dilaksanakan oleh Pengurus RW tersebut. Padahal jelas suasana saat itu tidak kondusif, tapi acara itu tetap dilangsungkan tanpa adanya pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Bagaimana kalau sampai terjadi keributan, apa Ketua RW mau bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW LSM BARET Kabupaten Cirebon Satori mengaku tidak akan tinggal diam atas persoalan tersebut. Mendengar adanya gejolak di masyarakat, hingga terjadinya pengancaman dan intimidasi, pihaknya segera berkoordinasi dengan aparatur penegak hukum setempat, untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.

“Apa yang kami lakukan melalui LSM BARET PAC Beber, sudah sesuai dengan prosedur. Kami hanya mempertanyakan terkait manfaat program air bersih di wilayah itu. Kalau merasa tersinggung, silahkan gugat secara hukum, jangan main ancam-ancam saja. Negara ini negara hukum. Apa yang kami lakukan adalah membela hak masyarakat,” paparnya.

Terkait tindak lanjut persoalan tersebut, Satori mangaku akan lebih mendalaminya dengan mengumpulkan bukti-bukti, baik dari Dinas PUPR, Dinas Kesehatan maupun semua stakeholder yang terlibat dalam persoalan pengadaan air bersih bagi masyarakat di desa Patapan tersebut.

“Program itu jelas dibiayai menggunakan uang negara dan dimanfaatkan seluas-luasnya demi kepentingan masyarakat. Kalau seandainya proyek itu ternyata mangkrak, pastinya ada kesalahan. Siapa yang salah?, biar hukum yang nanti membuktikan,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

eight + 3 =