Pengurusan Izin Usaha Di Kecamatan Gunung Jati Diduga Dipersulit

Pengurusan Izin Usaha Di Kecamatan Gunung Jati Diduga Dipersulit

561
0
BERBAGI
Berkas perizinan CV. Cirebon Raya yang diduga dipersulit oleh pemerintah Kecamatan Gunung Jati.

CIREBON (R) – Mengurus perizinan menjadi syarat mutlak bagi masyarakat yang ingin berusaha di Kabupaten Cirebon. Tak terkecuali di wilayah Kecamatan Gunung Jati. Masyarakat wajib mengurus perizinan sebelum menjalankan usahanya sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Namun sejumlah keluhan justru muncul dari salah satu masyarakat di Kecamatan Gunung Jati. Dirinya mengaku mengalami kesulitan saat pengurusan perizinan usaha di pemerintahan Kecamatan Gunung Jati.

Sony, salah satu masyarakat mengaku telah mengurus perizinan usaha dari tanggal 26 Februari 2020. Awalnya ia mengajukan berkas persyaratan perizinan ke desa Klayan, kemudian sekitar tanggal 7 Maret berkas tersebut dilimpahkan ke Kecamatan Gunung Jati untuk dilanjutkan ke proses selanjutnya. Namun sampai kurang lebih 2 minggu berkas tersebut baru ditandatangani oleh Camat.

“Saya tidak tahu alasan dari pemerintah kecamatan seperti apa. Karena waktu itu pak Camat Kusdiono bilang, berkasnya sudah ditandatangani. Tapi pas di cek ternyata belum ditandatangani. Ini kan lucu. Ada apa sebenarnya. Kalau memang dikenakan biaya, kenapa tidak bilang,” tegasnya di Kantor Sekretariat DPC GRIB Kabupaten Cirebon, Jum’at (20/3/2020).

Dikatakan Sony, berkas persyaratan perizinan yang diajukan, menurutnya sudah lengkap. Persyaratan izin tetangga, dikatakannya sudah komplit berikut dengan fotocopy KTP yang masih berlaku. Kemudian fotocopy pendiri perusahaan dan direksi, semua sudah dilampirkan. Ia mengaku jengkel dengan kejadian tersebut. Padahal berkas persyaratan itu, atas arahan dari notaris.

“Ini kan sudah hampir tiga minggu mengurus perizinan, kok lama sekali hanya sekedar meminta tanda tangan Camat saja sampai 2 minggu. Saya coba konfirmasi ke kantor Kecamatan Gunung Jati, tapi tidak ada petugas. Apa seperti ini pelayanan masyarakat di pemerintahan Kecamatan Gunung Jati. Mengurus izin usaha saja kok di ulur – ulur terus, susah sekali,” terangnya.

Sementara itu, Direktur CV. Cirebon Raya, Edi Sukardi mengaku kesal dengan pelayanan di Pemerintahan Kecamatan Gunung Jati. Menurutnya, untuk sekedar tanda tangan berkas saja prosesnya sangat lama. Padahal berkas pengurusan CV yang diajukannya, menurut Edi sudah lengkap.

“Jika memang ada persyaratan yang kurang, kenapa tidak dikomunikasikan. Kami seperti dipersulit. Untuk tanda tangan saja susahnya minta ampun. Padahal berkas itu sudah komplit, yang membuatnya pun itu notaris. Buruk sekali pelayanan di Kecamatan Gunung Jati. Apa seperti ini pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Edi bercerita, pada tanggal 19 Maret, anggotanya sudah menanyakan ke bagian sekretariat Kecamatan Gunung Jati. Tapi kata anggota, bilangnya berkas itu sudah ditandatangani oleh Camat dan dititipkan ke sekretaris desa Klayan. Tapi saat diminta ke sekdes, Edi mengaku, berkas itu belum ditandatangani oleh Camat.

“Miss komukasi seperti ini, semestinya tidak terjadi. Pak Camat Kusdiono bilangnya sudah, tapi pas dicek belum. Masyarakat kok seperti dipermainkan. Padahal masyarakat mencoba untuk tertib, tapi pemerintahnya terkesan mempersulit. Apa semua harus menggunakan duit, biar segala urusannya dipermudah,” papar Edi.

Mengetahui berkas tersebut belum ditandatangani Camat, Edi meminta anggotanya untuk mengembalikan berkas perizinan tersebut ke Kecamatan. Setelah ia mendesak, akhirnya petugas kecamatan mencari keberadaan Camat untuk meminta tanda tangan dan stempel berkas perizinan tersebut.

“Perhari ini, tanggal 20 Maret 2020, berkas itu baru ditandatangani oleh Camat. Itu pun setelah kami mendesak. Bahkan petugas Kecamatan sendiri yang mencari keberadaan Camat, karena Camat sedang tidak berada dikantor. Yang jelas intinya, kami kecewa dengan pelayanan perizinan di kecamatan Gunung Jati. Masyarakat seperti dipermainkan,” lanjutnya.

Atas permasalahan tersebut, Edi berencana mengadukan Camat Gunung Jati ke Bupati Cirebon, agar bisa segera ditindaklanjuti. Ia menilai pelayanan administrasi di Kecamatan Gunung Jati adalah yang terburuk di pemerintahan Kabupaten Cirebon. Ia berharap dengan kejadian tersebut, dapat menjadi catatan bagi Bupati Cirebon untuk melakukan pembinaan terhadap para pejabat dilingkungan pemerintahan Kabupaten Cirebon.

“Kami meminta kepada Bupati Cirebon untuk membenahi para pejabatnya. Kejadian ini kami mengalaminya langsung, bagaimana sulitnya mendapatkan tanda tangan seorang Camat. Padahal kami sudah lengkapi persyaratannya. Kami meminta Bupati Cirebon menindak Camat tersebut dengan tegas,” pungkasnya. (is/ta)

LEAVE A REPLY

13 + 13 =