Pengelolaan Centra Batik Trusmi Dikeluhkan Pedagang

Pengelolaan Centra Batik Trusmi Dikeluhkan Pedagang

311
0
BERBAGI
Kawasan Centra Batik Trusmi, yang berlokasi di desa Weru Lor Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Centra Batik Trusmi yang berlokasi di desa Weru Lor kecamatan Weru kabupaten Cirebon tengah menjadi sorotan. Selain terlihat kumuh, para pedagangnya pun mengeluh sepi pengunjung. Selain kondisi pasar yang nampak tak terurus, para pedagang juga mengeluhkan beberapa fasilitas penunjang yang belum tersedia.

Salah satu pedagang Batik di Centra Batik Trusmi, Nana Kardina mengaku, memiliki satu kios di Centra Batik Trusmi sejak tahun 2019. Menurutnya, pasar batik tersebut masih banyak memiliki kekurangan dibanding kelebihannya.

“Di situ belum ada marketing yang memadai. Artinya marketing yang mampu memperluas pemasaran toko-toko atau kios-kios yang ada disitu. Ini sangat disayangkan ketika bangunan sudah megah dan terlihat wah, masjid ada, parkiran luas, ada tempat sanggar tari, tetapi tidak ada marketing ataupun promosi keluar. Bagaimana pasar ini bisa maju. Kondisi ini sudah terjadi dari sejak berdirinya pasar, sampai saat saya mengambil kios pun, marketing pemasarannya tidak ada,” terangnya.

Nana juga meneruskan, di Centra Batik Trusmi juga belum tersedia mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Selain itu juga, menurutnya pasar belum memiliki bangku pengunjung dan sarana berteduh, untuk berlindung dari panas dan hujan, juga termasuk fasilitas parkir kendaraan yang tidak terurus.

“Mesin ATM juga belum ada, jadi pengunjung kesulitan mengambil uang tunai. Harus pergi ketempat lain. Itu merepotkan pengunjung. Malah kadang tidak jadi beli, karena susah cari uang tunai. Bangku pengunjung juga belum ada. Bahkan tempat berteduh pun tidak ada. Belum ada pergerakan yang membuat pasar ini maju,” sambungnya.

Nana Kardina, salah satu pedagang di Centra Batik Trusmi.

Nana juga mengaku, sudah melakukan berbagai upaya, termasuk mempertanyakan hal tersebut kepada dinas terkait soal permasalahan pasar batik tersebut. Menurutnya, di pasar Central Batik Trusmi juga ada organisasi pedagang yang bernama Ikatan Pedagang Centra Pasar Batik trusmi, dan Nana juga menjabat sebagai bidang promosi.

“Saya juga membentuk sanggar tari dan mengadakan latihan setiap minggu jam dua siang. Itu juga bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Cirebon. Mengenalkan pada pengunjung tari tradisional Cirebon dan sebagai alternatif sarana promosi supaya lebih maju. Alhamdulillah ini sudah berjalan kurang lebih 8 bulan. Adapun pembiayaannya ini murni swadaya kami para pedagang. Karena selama ini belum ada support dari dinas terkait,” paparnya.

Ia juga menambahkan, belum ada website resmi pasar batik Trusmi yang bisa dimanfaatkan sebagai media promosi dan pemasaran. Menurutnya, ia dan pemilik toko yang lain masih mengandalkan promosi secara pribadi melalui situs penjualan online dan juga memanfaatkan media sosial pribadi masing-masing.

“Seharusnya terkait website resmi, pasar batik juga harus punya. Karena itu sarana promosi yang jitu, untuk memperkenalkan pasar batik ini secara luas. Untuk bertahan, sampai saat ini, selain mengandalkan pengunjung, juga mengandalkan media sosial pribadi masing-masing dan juga situs penjualan online,” tambahnya.

Ia berharap, peran serta elemen dan stakeholder yang ada bisa bersama-sama memajukan pasar Centra Batik Trusmi. Sehingga kedepan, bisa menjadi destinasi wisata yang menjadi tujuan para wisatawan yang datang ke Cirebon. (ta)

LEAVE A REPLY

one + fifteen =