Penanganan Banjir dan Rencana Zonasi Industri di Kawasan Plered

Penanganan Banjir dan Rencana Zonasi Industri di Kawasan Plered

181
0
BERBAGI
Pemerintah se - Kecamatan Plered bersama dengan anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dapil 1 mengadakan kegiatan musyawarah rencana pembangunan untuk pelaksanaan tahun 2021.

CIREBON (R) – Pembahasan penanganan normalisasi sungai yang seringkali menimbulkan banjir di wilayah Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, masih menjadi topik utama bersama usulan pembangunan lainnya dalam musrembang tingkat Kecamatan Plered, Senin (17/2/2020).

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Yoga Setiawan, yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, terkait beberapa usulan dalam musrembang Kecamatan Plered khususnya usulan penanganan banjir, pihaknya selaku legislator sudah berkoordinasi dengan pihak BBWS, untuk meminta penanganan banjir tersebut harus terealisasi pada tahun 2021.

“Dalam musrembang ini, usulan mengenai permasalahan penanggulangan banjir, kami DPRD sudah berkoordinasi dengan BBWS. Kami harap pada tahun 2021 penanganan permasalahan banjir dapat terselesaikan. Karena dampak banjir ini sangat dirasakan masyarakat, maka kami harap bisa diprioritaskan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, terkait pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Plered, ia selaku DPRD Kabupaten Cirebon, akan melakukan perubahan peta pola ruang, terkait investasi yang semula telah ditutup. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Cirebon, untuk membuka kembali terkait kawasan zona industri diwilayah Plered.

“Sesuai apa yang disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, bahwa Kabupaten Cirebon harus memiliki dua zona kawasan industri untuk laju pertumbuhan ekonomi. Untuk wilayah Plered ini, diharapkan dapat rampung di akhir tahun 2020 terkait pola ruang. Tentunya tidak mengindahkan LP2B yang ada di Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Sementara itu, camat Plered Hardomo mengatakan, poin – poin yang diangkat dalam musrembang kali ini, menurutnya adalah sesuai program prioritas Bupati Cirebon. Karena musrembang tingkat Kecamatan tersebut, merupakan tindak lanjut dari musrembang tingkat desa.

“Disini desa mengajukan beberapa usulan – usulan pembangunan yang belum terakomodir oleh anggaran – anggaran yang dikelola desa. Sehingga ini diusulkan dalam musrembang tingkat Kecamatan. Disini juga kita melihat prioritas pembangunan dan menyusun skala prioritas, karena dengan anggaran PIK yang ada, tidak bisa mengakomodir seluruh usulan dari desa,” terangnya.

Camat juga menjelaskan, terkait penanganan banjir sendiri, pihak DPRD Kabupaten Cirebon dapat membantu dan mengakomodir usulan masyarakat yang terdampak banjir. Sehingga DPRD dapat mendorong instansi atau dinas terkait, untuk secepatnya merealisasi pelaksanaan normalisasi dan memperbaiki saluran – saluran irigasi, di wilayah Kecamatan Plered tersebut.

“Sebenarnya banjir di wilayah kami ini merupakan musibah tahunan yang terjadi di kami. Karena secara topografi, wilayah kami itu lebih rendah daripada wilayah selatan. Sehingga bila terjadi hujan di wilayah selatan, maka air itu akan mengalir ke wilayah kita. Untuk tahun ini, sering sekali ada genangan air yang masuk kerumah warga,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan kegiatan musrembang ini, usulan – usulan pembangunan di Kecamatan Plered dapat terealisasi dalam pembangunan di tahun 2021. Pihaknya juga meminta kepada dinas PUPR dapat secepatnya menormalisasi sungai – sungai yang berada di wilayah Kecamatan Plered agar permasalahan banjir dapat teratasi. (ta)

LEAVE A REPLY

fourteen + 12 =