Pemkab Cirebon Tetapkan Status Tanggap Darurat Virus Corona

Pemkab Cirebon Tetapkan Status Tanggap Darurat Virus Corona

317
0
BERBAGI
Bupati Cirebon, H. Imron M.Ag, memberikan keterangan tentang perkembanganan penanganan virus Corona (Covid - 19) di Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan status tanggap darurat non bencana alam pandemi virus Corona (clovid-19), dari mulai tanggal 16 – 29 Maret 2020.

Surat penetapan status tersebut di tandatangani oleh Bupati Cirebon dan dibacakan langsung pada saat telekonfrence dengan Gubernur Jawa Barat terkait pelaporan perkembangan penanganan virus Corona di Kabupaten Cirebon, yang berlangsung diruang comand center kantor Bupati Cirebon, Senin (16/3/2020).

Usai agenda itu, Bupati Cirebon H. Imron mengatakan, telekonfrence sendiri untuk melihat laporan – laporan dari Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat, terkait pengawasan terhadap penyebaran virus Corona di Jawa Barat. Sehingga menurutnya pihak Jawa Barat sendiri telah mengetahui jumlah orang yang diduga terjangkiti virus Corona.

“Mulai hari ini, Senin 16 Maret sampai nanti tanggal 29 Maret 2020, kita nyatakan status tanggap darurat non bencana alam pandemi Virus Corona (clovid-19). Bahkan kita telah memberikan edaran ke sekolah – sekolah untuk belajar di rumah. Kita pun saat ini akan bersilaturahmi ke Sultan Arief apakah Gunung Jati bisa ditutup sementara. Untuk industri – industri yang masih menjalankan usahanya, agar lebih memperhatikan lagi kesehatan karyawannya. Apabila ada yang sakit, segera lakukan cek kesehatan. Hal yang terpenting adalah menyiapkan alat – alat pencegahan penyebaran virus seperti hand senitezer dan yang lainnya,” terang Imron.

H. Imron sendiri menanggapi terkait beredarnya data dan informasi mengenai jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Pasien positif Corona yang beredar di masyarakat. Pihaknya meminta masyarakat selalu waspada dan tidak ikut menyebarkan informasi – informasi yang tidak valid.

“Kita perlu lihat dulu informasi itu darimana. Karena kita sendiri tidak memberikan alamat secara detail, karena yang sakit itu perlu kita lindungi. Yang penting para pasien ini kita tangani dan obati. Hal itu sudah kita berikan himbauan kepada masyarakat diantaranya, kita harus waspada dan jangan terlalu dibesar – besarkan masalah ketakutan. Kita juga memberikan nomer kontak bilamana masyarakat membutuhkan dan tidak menyebarkan isu – isu yang memang tidak valid. Silahkan kontak kami, maka kami akan datang atau silakan melakukan pengecekan kesehatan di RSUD Waled maupun Arjawinangun,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan terkait jumlah pasien virus Corona di Kabupaten Cirebon jumlahnya ada 7 pasien, 3 diantaranya dinyatakan aman, sedangkan 4 pasien dalam pengawasan 1 diantaranya dinyatakan positif Corona.

“Semuanya ada tujuh Pasien, tiga telah dinyatakan aman. Dua diantaranya dinyatakan sembuh dan yang satu meninggal dunia. Namun bukan karena virus Corona tetapi akibat gagal ginjal. Sedangkan empat lainnya, masih dalam pengawasan. Satu diantaranya dinyatakan positif. Semuanya ditangani di RSUD Gunung Jati. Sedangkan untuk RSUD Waled dan Arjawinangun belum ada pasien. Namun kedua rumah sakit tersebut kita siapkan apabila di RSUD Gunung Jati sudah melebihi kapasitas,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

eleven + nine =