Pemdes Didemo, Beredar Video Asusila Mirip Kuwu Terpilih Karangsambung

Pemdes Didemo, Beredar Video Asusila Mirip Kuwu Terpilih Karangsambung

7033
0
SHARE
Puluhan polisi gabungan mengamankan aksi unjuk rasa masyarakat desa Karangsambung yang menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kuwu terpilih desa Karangsambung, Rabu (27/11/2019).

CIREBON (R) – Masyarakat desa Karangsambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa Karangsambung, Rabu (27/11/2019).

Masyarakat secara tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap kuwu terpilih desa Karangsambung, karena adanya peredaran video asusila yang diduga mirip kuwu terpilih desa Karangsambung.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa secara bergantian membacakan orasinya dan di tutup dengan pembacaan pernyataan sikap Forum Masyarakat Karangsambung.

Aksi tersebut juga mendapatkan pengawalan puluhan anggota kepolisian Polresta Cirebon dan beberapa polsek sekitar.

Usai membacakan pernyataan sikap para pengujuk rasa membubarkan diri secara teratur.

Karyadi selaku perwakilan pengunjuk rasa dalam pembacaan pernyataan sikap masyarakat desa Karangsambung mengatakan, pernyataan yang di bacakannya merupakan pernyataan yang mewakili forum masyarakat Karangsambung yang terdiri dari Forum Majelis Taklim, Remaja, Petani, Pedagang, Guru, Pengusaha dan komponen masyarakat lainnya, yang peduli terhadap masa depan desanya.

“Masyarakat Karangsambung merupakan masyarakat religius, berwawasan nasional yang sangat menjunjung tinggi akhlak yang mulia, bermoral dan berkepribadian. Maka dari itu, rakyat Karangsambung dalam memilih pemimpinnya selalu berpegang teguh dengan tiga pilar tersebut,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, saat ini ditengah masyarakat beredar video asusila yang diduga mirip kuwu terpilih desa Karangsambung. Video tersebut jelas bertentangan dengan 3 pilar yang dianut masyarakat Karangsambung, yang menjungjung nilai akhlak, moral dan kepribadian serta visi misi kuwu terpilih.

“Dampak yang diakibatkan dengan adanya video asusila tersebut adalah, terjadi ketidak percayaan masyarakat terhadap kuwunya. Tidak efektifnya roda pemerintahan desa Karangsambung, menimbulkan ke tidak harmonisan antara kuwu dengan warganya. Lemahnya legitimasi keputusan – keputusan yang di ambil pemerintah desa, terhambatnya komunikasi antara kuwu, perangkat dan masyarakat,” lanjutnya.

Karyadi menegaskan, masyarakat Karangsambung menolak dengan tegas dan keras pemimpin terpilih tersebut. Ia meminta kepada Bupati Cirebon untuk tidak melantik kuwu terpilih, serta memproses secara hukum untuk membuktikan kebenaran video asusila yang di duga mirip kuwu terpilih tersebut.

“Kami masyarakat secara tegas menolak pemimpin yang tidak bermoral, asusila, tidak bermartabat serta mendesak dan meminta kepada bapak bupati Cirebon untuk tidak melantik serta membatalkan kemenangan dan memproses secara hukum tindakan asusila yang di duga dilakukan kuwu terpilih desa Karangsambung. Karena perempuan adalah tiang agama. Baik perempuan maka baik pula agamanya. Rusaknya perempuan maka rusak pula agamanya, desanya dan negaranya,” tegas Karyadi.

Sementara itu, sampai berita ini di turunkan, Pjs desa Karangsambung Suwarya maupun pemerintaah desa Karangsambung enggan memberikan keterangan secara resmi terkait aksi unjuk rasa masyarakat desa Karangsambung tersebut. (ta)

LEAVE A REPLY

1 × 1 =