Pembangunan E-Warung Di Mertapada Wetan Diduga Tak Berizin

Pembangunan E-Warung Di Mertapada Wetan Diduga Tak Berizin

362
0
BERBAGI
LSM Kompak bersama Aldera dan Satpol PP meninjau lokasi pembangunan E-Warung di Desa Mertapada Wetan yang diduga tidak memiliki IMB.

CIREBON (rq) – Diduga belum berijin, pembangunan kios E-warung yang berlokasi di Eks Pasar Rakyat, Desa Mertapada Wetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dihentikan Satpol PP Kabupaten Cirebon, Selasa, (23/06/2020).

Menyikapi hal itu, Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera), Warcono bersama LSM Kompak yang diketuai Sudarto, kepada Republiqu mengatakan, pihaknya meminta Satpol PP bertindak tegas terkait dugaan pelanggaran tersebut.

“Kami meminta kepada Satpol PP Kabupaten Cirebon agar mengeksekusinya. Secara kasat mata, kami sudah lihat semua bahwa bangunan tersebut sudah berdiri walaupun tidak memiliki IMB. Tuntutan kami kepada Satpol PP agar tidak ada lagi aktivitas sebelum menunjukan IMB,” ujar Warcono mewakili rekan-rekannya saat sidak di lokasi pembangunan tersebut.

Sementara perwakilan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Astanajapura, Mantri Polisi (MP) Herry Soemardjono, saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi kedatangan Aldera dan LSM Kompak, bersama Satpol-PP Kabupaten Cirebon, yang meninjau langsung bangunan, serta memberitahu Pemerintah Desa (Pemdes) Mertapadawetan untuk segera menghentikan kegiatan pembangunan tersebut.

“Kesepakatan disana adalah kita datang kesini untuk memberitahu pak Kuwu, untuk menghentikan pembangunan fisik, yaitu dengan membuat pernyataan,” kata Herry.

Menurutnya, pihak yang berhak menindak tegas pelanggaran tersebut adalah Satpol PP Kabupaten Cirebon. Sementara, pihaknya hanya bisa melakukan teguran melalui surat menyurat kepada pemerintah desa, dengan tembusan kepada Satpol PP, yang mempunyai kewenangan lebih lanjut.
Selain itu, sejauh ini pihaknya belum mendapati warga yang meminta rekom untuk mengurus perijinan bangunan tersebut.

“Belum ada sampai dengan saat ini, jadi kita ya menunggu saja. Ketika ada yang minta rekomendasi, ya kita layani,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kuwu Mertapadawetan, Sumarno mengatakan, pihaknya hanya memberikan pelayanan terhadap warga (Hj Astuti) yang berniat memberikan fasilitas kepada E-Warung agar memiliki toko.

Mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pihaknya mengaku, telah merekomendasi dan mengintruksikan yang bersangkutan untuk mengurus lebih lanjut.

“Dari Desa Mertapadawetan perijinannya sudah bagus sudah lengkap dengan Perdesnya, dengan Perwunya. Untuk IMB itu yang bersangkutan ya, pak Kuwu merekomendasikan untuk dilanjutkan untuk membuat IMB, itu sudah kami berikan. Untuk selanjutnya yang bersangkutan mengurusanya ke Dinas,” ucap Sumarno. (on)

LEAVE A REPLY

10 − eight =