Pemanah Rahmat Tertangkap, Pelakunya Diancam 9 Tahun Penjara

Pemanah Rahmat Tertangkap, Pelakunya Diancam 9 Tahun Penjara

664
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Insiden berdarah yang menimpa Rahmat, pelajar SMK Negeri 1 Kota Cirebon, menambah catatan buruk bagi dunia pendidikan. Pelaku yang berhasil ditangkap, ternyata masih berstatus pelajar dari beberapa sekolah swasta di Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivied Agustiadi Bachtiar mengatakan, Special Response Team (SRT) Sat Reskrim Polres Cirebon Kota, langsung bergerak mengejar para pelaku. Tiga dari enam terduga pelaku, berhasil diamankan.

“Setelah mengantongi nama dan ciri – ciri pelaku, kami langsung melakukan penyelidikan. Kurang lebih satu hari, para pelaku berhasil kami amankan. Ada 3 orang yang kita tahan, inisalnya RY (19), FM (17) dan AR (16). Ketiganya masih berstatus sebagai pelajar,” kata Kapolres Ciko ini, saat menggelar Pers Realese di Makopolres Cirebon Kota, Rabu (17/1/2018).

Ditambahkan Kapolres, para pelaku diamankan dari tempat persembunyiannya masing – masing dan ketiganya berhasil dibekuk petugas berkat informasi dari masyarakat. Aksi kebrutalan pelaku tersebut, dengan cepat menyebar ke masyarakat, baik melalu media cetak, elektronik maupun online.

“Tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Beberapa alat bukti sudah kami amankan. Salah satunya anak panah yang menancap di kepala korban sdr. Rahmat,” terangnya.

Menurut Kapolres, motif pelaku melakukan penyerangan didasari atas permusuhan turun menurun antar sekolah korban dan sekolah yang bersangkutan. Tidak ada masalah pribadi dengan korban, bahkan mereka tidak saling kenal satu dengan lainnya.

“Motifnya masih kami dalami. Tapi berdasarkan keterangan, pelaku merasa bahwa sekolah korban adalah musuhnya. Padahal tidak ada urusan pribadi dengan korban. Hanya saja kebetulan anak panah itu mengenai kepala korban sdr. Rahmat,” terangnya.

Kapolres menambahkan, dihadapan petugas, pelaku mengakui perbuatannya menyerang dengan anak panah kepada kerumunan pelajar yang turun dari kendaraan umum jenis elf. Anak panah tersebut dilepas secara acak, dengan sasaran kerumunan pelajar yang berkumpul dilokasi tersebut.

“Sasarannya acak, kebetulan mengenai kepala korban sdr. Rahmat. Tiga tersangka lainnya masih kita buru. Identitasnya sudah kita kantongi,” paparnya.

Kapolres menegaskan, para tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

“Ketiga tersangka dijerat pasal 170 jo pasal 351 KUH-Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya.

Dirinya juga menghimbau kepada para pelajar, untuk tidak terlibat dalam perbuatan kriminal apapun. Jangan sampai mau terprovokasi ajakan atau hasutan teman yang tidak baik.

“Tugas pelajar itu menimbah ilmu, belajar, biar pintar, biar jadi orang cerdas. Buat apa ikutan teman yang gak benar. Kalau sudah tersangkut hukum begini, siapa yang rugi,” pungkasnya. (Isno)

LEAVE A REPLY

three + 14 =