Ditahan Majikan, Pekerja Migran Asal Majalengka 9 Tahun Tak Ada Kabar

Ditahan Majikan, Pekerja Migran Asal Majalengka 9 Tahun Tak Ada Kabar

344
0
SHARE
Otih Handayani selaku Tenaga Ahli untuk Komisi IX DPR RI (Kedua dari kiri) berswafoto usai audensi dengan perawikilan keluarga Juju Juniah didampingi pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka.

MAJALENGKA (R) –  Sungguh malang nasib yang menimpa Juju Juniah Binti Rahma, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Sembilan tahun sudah, ia jauh dari keluarga. Bukan karena tidak ingin pulang. Juju justru ditahan oleh majikannya, tak di ijinkan pulang ke kampung halaman. Bahkan Juju pun tak diberi upah oleh sang majikan. Parahnya lagi, keluarga di kampung pun, tidak bisa berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Karena Juju dilarang menghubungi keluarganya oleh sang majikan.

Otih Handayani selaku Tenaga Ahli Fraksi Partai NasDem untuk Komisi IX DPR RI menceritakan, Minggu kemarin ia telah mendampingi salah satu anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi Partai NasDem Irma Suryani, untuk beraudensi dengan keluarga Juju Juniah, bersama dengan Wawan Darmawan selaku Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka, diruang rapat Fraksi Partai NasDem Gedung Nusantara I lantai 22.

Dalam audensi tersebut, Diceritakan Otih, berdasarkan keterangan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka, Wawan Darmawan mengaku, pihak DPD Partai NasDem Kabupaten Majalengka, telah mengadvokasi permasalahan tersebut, ke BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri sejak tahun 2014. Namun sampai saat ini belum menemui hasil. Bahkan sampai sekarang pun, pihak keluarga belum mengetahui kondisi Juju, karena terbatasnya informasi.

“Disebutkan pihak keluarga, kontrak Juju bekerja di Arab Saudi seharusnya hanya 2 (dua) tahun. Tetapi sampai dengan saat ini, menginjak 9 (sembilan) tahun, Juju belum juga kembali ke Indonesia. Bahkan pihak keluarga pun sulit menghubungi Juju, karena tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi,” terangnya kepada Republiqu.

Dijelaskan otih, sebelumnya upaya teman – teman DPD NasDem Kabupaten Majalengka sempat membuahkan hasil. Nomor handphone teman Juju di Arab Saudi berhasil dihubungi. Tujuannya agar lebih mudah mencari informasi mengenai kondisi Juju. Namun karena belum ada tanggapan dari pemerintah RI, pihak keluarga pun tidak berani mengambil tindakan lebih. Khawatir keselamatan Juju terancam jika gegabah.

“PT Leyvi Perkasa Bersaudara, perusahaan yang mewadahi Juju sampai di Yanbu-Jeddah, sempat menghubungi KJRI Arab Saudi mengenai keberadaan Juju, namun hasilnya nihil. Perusahaan itu sampai saat ini sulit dihubungi. Keluarga menduga perusaaan itu akhirnya bangkrut. Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Irma Suryani dari Komisi IX berjanji akan mengurus langsung permasalahan TKI yang dihadapi Juju ini setelah bersurat ke Kementerian Luar Negeri,” paparnya.

Dikatakan Otih, berbagai langkah akan dilakukan Irma Suryani, untuk membantu permasalahan Juju Juniah. Rencananya Anggota Komisi IX DPR RI itu, akan bersurat dulu ke Kementerian Tenaga Kerja RI, BNP2TKI dan KJRI. Jika tidak ada tanggapan ia akan bertindak lebih jauh lagi.

“Keluarga hanya berharap agar Juju bisa dipulangkan tahun ini, secepatnya sebelum hari raya lebaran tiba. Pihak keluarga juga meminta gajinya selama 9 tahun, bisa dibayarkan. Selain itu, untuk memudahkan komunikasi, keluarga menginginkan Juju bisa diberi alat komunikasi agar bisa dihubungi dengan mudah,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dedy Hidayat selaku Ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Kertajati tempat keluarga Juju tinggal menerangkan, ternyata Juju sempat melapor di kepolisian Arab Saudi pada tahun 2015 dan berharap bisa dipulangkan, tetapi juga tidak ditindaklanjuti.

“Tuntutan ini juga penting kita sampaikan ke Duta Besar Arab Saudi agar bukan hanya pihak kita saja yang berusaha, namun pemerintah mereka pun harus sadar bahwa ada warga negaranya yang telah melakukan tindak pidana terhadap PMI,” tambah Otih Handayani, selaku Tenaga Ahli Fraksi Nasdem untuk Komisi IX DPR RI.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Otih, bahwa permasalahan ini bukan hanya sekedar pemulangan PMI. Hal ini juga berimbas terhadap kehidupan pribadi Juju akibat terputusnya komunikasi dengan keluarga. Sejak tahun 2015, Juju telah diceraikan oleh suaminya dan anak semata wayangnya kini dirawat oleh kakak kandung Juju. Karena sang suami telah meninggalkan tanggungjawabnya sejak Juju Juniah tidak ada kabar.

“Tentu saja permasalahan ini sangat kompleks. Selain melibatkan dua negara, permasalahan ini juga terbatas informasi yang sangat terbatas. Kami berharap dengan hasil audensi ini, pemerintah bisa melakukan komunikasi secara intens dengan KJRI. Sehingga ada titik terang atas permasalahan Juju Juniah. Ini juga perlu dipikirkan, agar masa depan anak yang bersangkutan bisa mendapatkan haknya juga kepastian akan keselamatan ibu kandungnya,” pungkas Otih. (is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

two × 5 =