Pekerja Bangunan Di Proyek RSUD Waled Menuntut Upahnya Dibayar

Pekerja Bangunan Di Proyek RSUD Waled Menuntut Upahnya Dibayar

823
0
BERBAGI
Perwakilan para kepala tukang, menuntut upahnya dibayar oleh pihak perusahaan PT. Satya Megah Intektama, Maincount proyek RSUD Waled Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Puluhan pekerja bangunan di proyek RSUD Waled Kabupaten Cirebon, menuntut perusahaan kontraktor pekerjaan tersebut, segera membayar upahnya kepada para pekerja. Pasalnya, berdasarkan informasi dari para pekerja, sejak tiga minggu terakhir, upahnya tidak dibayarkan oleh perusahaan.

Erik selaku koordinator juga sebagai salah satu kepala tukang mengatakan, pihak perwakilan pekerja sudah berkomunikasi dengan perusahaan. Bahkan, menurutnya perusahaan juga menyanggupi akan melunasi upah pekerja bangunan pada Sabtu, 24 Oktober 2020 kemarin.

“Kami para pekerja sudah bersabar. Janji pihak perusahaan kontraktor ternyata tidak ditepati. Batas waktunya kan Sabtu kemarin. Sesuai surat pernyataan dari pihak perusahaan. Tapi meleset. Kami disuruh sabar lagi. Katanya tunggu Senin, Selasa gak ada kabar. Seolah-olah kami seperti dipermainkan,” kata Erik kepada Republiqu. com di lokasi proyek RSUD Waled, Kamis (29/10/2020).

Dikatakan Erik, ada sekitar 70 pekerja bangunan yang belum dibayar oleh PT. Satya Megah Intektama, selaku maincount proyek RSUD Waled tersebut. Jumlah itu menurutnya terbagi dari beberapa kepala tukang yang ikut mensubkan tenaga kerja pada proyek senilai kurang lebih Rp 16 Milyar tersebut.

“Jumlah pekerjanya itu kurang lebih ada 70an kang. Semuanya ada absensinya. Total yang belum dibayarkan sekitar Rp 34,2 jutaan. Angka segitu itu yang tahap keduanya kang. Kalau yang tahap pertama sih sudah dibayar. Jumlah totalnya sekitar Rp 67 jutaan. Perusahaan sudah menyanggupi. Ada surat pernyataannya, Direkturnya tanda tangan diatas materai. Kurang bukti apa lagi,” paparnya.

Diungkapkan Erik, kehadiran para kepala tukang di lokasi proyek RSUD Waled itu sekitar pukul 09.00 WIB, tapi ternyata pihak perusahaan tidak siap. Pasalnya Direktur sedang tidak ditempat, sehingga tuntutan para pekerja tidak bisa diputuskan hari itu juga oleh perwakilan perusahaan.

“Dari jam 9 pagi kami menunggu kepastian kang. Tapi pihak perusahaan mengulur terus. Alasannya lagi dikomunikasikan dengan Direkturnya. Tapi sampai jam 2 sore kami tunggu belum juga ada keputusan. Padahal kami cuma minta upah kami dibayar. Alasan pihak perusahaan sih gak ada uang, jadi kami disuruh sabar lagi,” ungkapnya.

Sementara itu Aris, selaku Project Manager ketika didatangi oleh pihak pekerja mengaku belum ada keputusan dari Direkturnya. Sehingga ia tidak bisa mengambil keputusan apapun terkait tuntutan pekerja tersebut. Bahkan untuk menyakinkan pekerja, pihaknya bersedia menjaminkan besi yang ada dilokasi proyek, sampai pihak perusahaan mendapatkan uang untuk membayar.

Advertorial

“Kalau minta dibayar hari ini, jujur kami tidak bisa. Karena posisi perusahaan juga sedang tidak ada uang. Makanya kami jaminkan besi yang ada dilokasi pekerjaan. Kami janji akan mengusahakan secepatnya. Karena ada beberapa proyek kami yang lain akan dibayar. Jadi setelah itu cair, baru bisa kami lunasi,” ucap Aris kepada para pekerja.

Berdasarkan bukti yang diterima media Republiqu. com, surat pernyataan kesanggupan pembayaran yang ditanda tangani langsung oleh Direktur PT. Satya Megah Intektama, Magdalena Nadaek dan Aris Triono selaku Project Manager, menyatakan kesanggupan pembayaran upah pekerja kepada Kamim selaku mandor dan kepala tukang lainnya yang mewakili pekerja.

Pembayaran tersebut, disepakati kedua belah pihak senilai Rp 67.330.523,00 dengan ketentuan dua kali pembayaran. Tahap pertama senilai Rp 33.110.992,00 paling lambat dibayarkan pada Senin, 19 Oktober 2020 (sudah dibayarkan).

Sementara tahap kedua, senilai Rp 34.219.531,00 paling lambat dibayarkan pada Sabtu, 24 Oktober 2020, dan sampai dengan per saat ini belum dibayarkan oleh pihak perusahaan PT. SMI kepada para pekerja. Surat pernyataan tersebut dibuat pada 17 Oktober 2020.

Sedangkan menurut Erik, pekerjaan di lokasi proyek RSUD Waled masih berjalan dengan menggunakan tenaga kerja yang berbeda. Padahal terkait urusan pembayaran dengan para pekerja sebelumnya masih digantung oleh pihak perusahaan PT. Satya Megah Intektama. (is/ta)

LEAVE A REPLY

four × 1 =