Peduli Tenaga Medis, Kejaksaan Kab. Cirebon Support Bantuan APD

Peduli Tenaga Medis, Kejaksaan Kab. Cirebon Support Bantuan APD

241
0
BERBAGI
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto, SH., M.Hum, menyerahkan bantuan APD bagi tenaga medis di Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap penyebaran Virus Corona (Covid – 19), Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon memberikan bantuan APD. Bantuan tersebut ditujukan kepada RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun sebagai perlindungan bagi para tenaga medis dalam menangani pasien Corona, Kamis (16/4/2020).

Bertempat di Sekretariat Gugus Tugas Covid – 19 Kabupaten Cirebon Watubelah Sport Center, bantuan APD diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto, SH., M.Hum kepada perwakilan RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun, disaksikan beberapa pejabat Dinas Kesehatan dan petugas gugus Covid – 19 yang lainnya.

Usai penyerahan bantuan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Cirebon Tommy Kristanto SH., M.Hum mengatakan, sebelum memutuskan memberikan bantuan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pegawai dan dengan Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

“Ini salah satu kepedulian kita kepada para tenaga medis. Kita ingin memberikan bantuan kepada mereka sesuai dengan kemampuan kita. Kami merasa teman – teman tenaga medis, dokter, perawat dan semua yang berkaitan dengan rumah sakit, sedang berjuang melawan covid. Kami merasa sangat simpatik sekali. Mereka bekerja siang dan malam, tapi alat kelengkapan dan pengamanannya sangat kurang,” jelasnya di depan awak media.

Kajari juga menjelaskan, selain bekerjasama dengan IAD, pihaknya juga bekerja sama dengan Sinergi Foundation untuk bersama – sama memberikan bantuan, sebagai bentuk partisipasi kepada para tenaga medis yang bertugas di beberapa rumah sakit tersebut.

“Mudah – mudahan dengan ini semua, paling tidak, mereka para tenaga medis bisa melindungi diri mereka dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dibekali alat pelindung diri yang lengkap, diharapkan lebih aman dalam merawat pasien – pasien di rumah sakit tanpa takut terpapar virus corona,” terangnya.

Terkait kelangkaan APD serta kelengkapan lainnya, Kajari mengatakan, permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Cirebon saja. Namun juga terjadi di tempat lain. Menurutnya kelangkaan tersebut, sedang dilakukan penyelidikan terkait penyebabnya.

“Kelangkaan tersebut apakah karena permintaan yang terlalu banyak dan produksi hanya sedikit, sehingga tidak tertutupi, terjadi kelangkaan dan menjadikan harganya mahal atau memang ada pihak-pihak atau oknum-oknum yang sengaja menimbun, untuk memanfaatkan keadaan, kita belum tau. Tetapi memang sudah ada teman – teman dari polres yang menyelidiki langkanya APD serta alat – alat kesehatan pelengkap itu,” tegas Kajari.

Pihaknya juga berharap, kepada pihak – pihak tertentu, untuk tidak memanfaatkan kondisi seperti saat ini. Termasuk juga penganggaran – penganggaran refocusing dari dana – dana anggaran penanganan bencana supaya perlu adanya pengawalan.

“Saya selaku Kajari dan juga sebagai aparat penegak hukum, wajib mengawasi adanya pergeseran anggaran – anggaran, termasuk EO untuk alat kesehatan. Jangan sampai ada pihak – pihak yang mencari keuntungan untuk diri sendiri, korupsi. Saya juga ingatkan kepada para pihak – pihak yang ingin mencari keuntungan, bahwa di dalam undang – undang korupsi, ketika korupsi dilakukan dalam kondisi – kondisi tertentu, dalam bencana, dalam keadaan dan situasi seperti ini, dapat dijatuhi hukuman mati dan itu menjadi penekanan saya disini,” pungkasnya.

Sementara itu perwakilan RSUD Waled. Zaenal Abidin mengatakan, bantuan yang diberikan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, merupakan bukti kepedulian salah satu lembaga negara terhadap penyebaran wabah covid 19, khususnya yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Kami dari rumah sakit Waled dan mungkin juga rumah sakit yang lainnya, sangat membutuhkan sekali terkait APD. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk perlindungan para tenaga medis. Satu sisi mereka harus bertugas melayani masyarakat, satu sisi lain juga mereka harus melindungi dirinya dari paparan virus ini,” paparnya.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada institusi Kejaksaan dan pihak – pihak yang lain, yang telah membantu tenaga kesehatan. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Ketersedian APD untuk rumah sakit Waled masih mencukupi. Namun ketersediaan APD yang ada hanya untuk mencukupi kebutuhan operasional rumah sakit dalam beberapa hari kedepan saja,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

15 − two =