NasDem Tarik Dukungan, PDI Perjuangan Ditinggal Sendirian

NasDem Tarik Dukungan, PDI Perjuangan Ditinggal Sendirian

518
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Proses perjalanan pendaftaran balon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Cirebon diwarnai dengan manuver politik yang tidak terprediksi sebelumnya.

Sejumlah balon yang digadang – gadang akan bertarung dalam pilgub serentak 2018 ini, justru dirasakan hanya sebagai pemeran figuran. Kehadirannya cuma sebagai peramai suasana, dalam mewarnai jalannya cerita perpolitikan di Kabupaten Cirebon.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) adalah salah satu parpol yang digadang akan mencalonkan diri dalam pilgub serentak Kabupaten Cirebon 2018. Santer kabarnya, Agus Supriyadi kader muda NasDem, siap mencalonkan sebagai balon Bupati Cirebon yang diusung oleh Partai NasDem.

Namun seiring jalannya waktu, nama Agus Supriyadi tak kunjung mendapat rekomendasi. Padahal spanduk dan baligho Agus telah tersebar di masyarakat, sebagai bakal calon Bupati Cirebon dari partai NasDem.

Partai NasDem justru mendeklarasikan diri untuk mendukung bapaslon Sunjaya – Imron yang diusung oleh Partai PDI Perjuangan. Nasib Agus Supriyadi untuk maju dalam Pilbup Cirebon, makin tenggelam dan jauh dari kenyataan.

Dihari pendaftaran bapaslon Sunjaya – Imron, tepatnya Rabu (10/1/2018) pagi, sejumlah pengurus dan kader partai NasDem Kabupaten Cirebon, menghantar bapaslon ini, menuju kantor KPU bersama dengan pengurus dan kader Partai PDI Perjuangan.

Selama proses pendaftaran bapaslon tersebut, semuanya berjalan lancar. Ketua partai NasDem Kabupaten Cirebon, Agus Supriyadi bahkan tidak memberi komentar apapun, saat jumpa pers yang dilangsungkan bapaslon Sunjaya – Imron usai pendaftaran balon ke KPU.

Isu NasDem akan hengkang dari kubu JADI – JAYA memang sempat santer terdengar. Mungkin hal itu dikarenakan partai PKB masih membuka peluang bagi partai lain untuk berkoalisi.

Berdasarkan informasi yang berkembang, partai PKB yang telah merekomendasi Luthfi – Qomar sebagai bapaslon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Cirebon, akan tetap maju ke pancalonan.

Hanya saja kursi yang dimiliki partai PKB sejumlah 8 kursi dewan, tidak memenuhi syarat untuk mengusung balon. Dikarenakan, partai yang akan mengusung bapaslon harus mendapat suara minimal 20 persen kursi anggota DPRD atau sebanyak 10 kursi.

Kebenaran kabar tersebut belum mendapat klarifikasi resmi, baik dari partai PDI Perjuangan maupun Pengurus Partai NasDem sendiri. Semuanya masih dirahasiakan dan menutup diri dari para awak media yang mencari informasi.

Namun menjelang penutupan pendaftaran pencalonan KPU, isu tersebut sedikit demi sedikit menunjukkan kebenarannya.

Pada pukul 22.30 WIB terlihat sejumlah perwakilan partai PKB dan partai NasDem mendatangi KPU kabupaten Cirebon. Mereka membawa informasi, bahwa bapaslon Luthfi – Qomar akan mendaftar sebagai bapaslon.

Benar saja, berselang beberapa menit kemudian, bapaslon Luthfi – Qomar mendatangi KPU dengan pengawalan masyarakat NU, GP Ansor dan Banser.

Bapaslon tesebut diusung oleh Partai PKB dan partai NasDem, dengan jumlah dukungan suara sebanyak 12 kursi anggota dewan.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan usai pendaftaran, ketua DPD NasDem Kabupaten Cirebon, Agus Supriyadi membenarkan, bahwa partai NasDem telah menarik dukungan yang di berikan kepada bapaslon Sunjaya – Imron.

“Partai NasDem memang telah menarik dukungannya terhadap partai PDI Perjuangan. Namun itu semua tidak mempengaruhi apapun. Kursi PDI P sudah sangat cukup untuk mengusung satu calon,” ujar Agus.

Dirinya mengatakan, penarikan dukungan partai NasDem tersebut dikarenakan ada kesepakatan yang belum disetujui antara partai PDI P dan partai NasDem.

“Kesepakatannya belum deal, jadi kami terpaksa menarik dukungan dari pasangan Sunjaya – Imron yang diusung oleh PDI Perjuangan. Intinya semua yang terjadi itu adalah dinamika politik. Dan masalah seperti ini sudah biasa,” pungkasnya. (Isno)

LEAVE A REPLY

12 + 3 =