Musrembang Kecamatan Weru, 60% Anggaran Ke Infrastruktur

Musrembang Kecamatan Weru, 60% Anggaran Ke Infrastruktur

272
0
SHARE
Camat Weru, H. Teguh Supriyadi (tengah) memaparkan rencana pembangunan di wilayah kecamatan Weru dalam acara Musrembang tingkat kecamatan diaula kantor kecamatan Weru.

CIREBON (R) – Pemerintah kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, menggelar rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan Weru, Selasa (12/2/2019).

Kegiatan tersebut marupakan tindak lanjut dari kegiatan pra musrembang tingkat kecamatan dan juga kelanjutan dari musrembang tingkat desa beberapa waktu yang lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut camat Weru, muspika kecamatan Weru, beberapa angota DPRD kabupaten Cirebon, para kuwu beserta perangkatnya dan juga lembaga -lembaga desa serta beberapa tamu undangan yang lainnya.

Camat Weru, H. Teguh Supriyadi usai kegiatan musrembang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari beberapa kegiatan yang dilakukan sebelumya. Baik melalui musdus, musrembang desa maupun pra musrembang tingkat kecamatan.

“Intinya kegiatan ini adalah tahapan akhir untuk usulan – usulan pembangunan dari tingkat desa, agar disepakati dan disetujui. Sehingga ini menjadikan usulan skala prioritas yang nantinya diusulkan ke dalam musrembang tingkat Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Masih menurut camat Weru, dalam musrembang kali ini, rencana pembangunan fisik masih dijadikan prioritas dominan sebesar 60 persen dari rencana anggaran yang di terima kecamatan Weru sebesar 2,590 juta. Sedangkan sisanya 25% dan 15% untuk pembangunan ekonomi dan budaya.

“Pembangunan fisik masih mendapatkan alokasi terbesar. Mulai dari pembangunan drainase, sarana penerangan jalan, pembangunan TPST dan lainnya. Sedangkan sisanya, untuk pembangunan bidang ekonomi dan budaya, yang semuanya akan menjadi skala prioritas. Itu pun dilihat dari tingkat kebutuhan dan kerawanannya. Otomatis akan kita dahulukan, tentunya sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan, segala usulan hasil keputusan musrembang tersebut, akan dimasukkan menjadi rencana kegiatan. Anggarannya harus terserap masuk dan tidak boleh ada anggaran yang tidak terserap. Sehingga ia mengajak masyarakat, untuk ikut mengawal dan mengawasi semua kegiatan hasil musrembang tersebut.

“Keinginan kami tentunya keputusan atau usulan – usulan yang sudah disepakati dari hasil musrembang, semuanya harus dilaksanakan oleh dinas – dinas teknis. Karena ini jelas muaranya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Sementara itu kuwu desa Megucilik, Masna mengatakan, dirinya bersyukur dari beberapa usulan pembangunan, salah satunya merupakan usulan musrembang terdahulu yang akhirnya di sepakati untuk direalisasi dalam rencana program pembangunan Kabupaten Cirebon 2020.

“Intinya kami sangat menyambut positif kegiatan ini. Bahkan ada beberapa usulan yang kami ajukan dapat disetujui, diantaranya yaitu, pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong di blok Gembulu yang merupakan aspirasi masyarakat kami dan sudah lama diusulkan untuk pengendalian banjir di wilayah itu, akhirnya dapat direalisasi pada pembangunan nanti di tahun 2020,” terangnya.

Sementara itu Tedy Susilo Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapelitbangda kabupaten Cirebon mengatakan, kegiatan musrembang merupakan langkah penetapan dan pemastian usulan – usulan dari masyarakat, untuk perencanaan pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten dalam skala kecamatan dan desa.

“Musrembang ini merupakan bottom up planning dari usulan masyarakat. Salah satu prioritas yang diutamakan dalam musrembang adalah terkait dengan pembangunan, pemberdayaan dan pelayanan, yang bersangkutan dengan kewenangan kabupaten yang berada dalam sekala kecamatan dan desa,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, terkait Pagu Indikasi Kewilayahan (PIK) dibagi perkecamatan se – kabupaten Cirebon yang berjumlah 40 kecamatan, pembagian besar kecilnya berdasarkan indikator – indikator yang berbeda, diantaranya seperti jumlah penduduknya, luasan wilayahnya, ada tidaknya pusat kegiatan lokal maupun letak wilayahnya yang berada di daerah perbatasan.

“Secara prioritas, besar kecilnya penerimaan PIK tiap kecamatan pada tiap tahunnya, pasti berbeda – beda tergantung penilaian indikator – indikator tadi. Pada tahun 2020 nanti, rata – rata kecamatan mengalami perkembangan, ini juga terjadi di kecamatan Weru menjadi 2,590 juta,” tuturnya.

Tedy juga menambahkan, pihaknya dalam kegiatan musrembang tingkat kecamatan terbagi menjadi 6 tim, yang nantinya hadir ditiap kecamatan, dan pihaknya yang berada dalam tim 1 dapil 1, hampir seluruh kecamatan telah melaksanakan musrembang.

“Kami berharap dengan kegiatan musrembang ini, dapat menampung aspirasi yang mendasar dan betul – betul berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dapat menyelesaikan akar pokok permasalahan yang dihadapi masyarakat, baik dari sisi pembangunanya, pemberdayaannya dan sisi pelayanan yang di berikan. Mudah – mudahan ini bisa berdampak positif untuk kemajuan Kabupaten Cirebon kedepan,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

1 × two =