Menilik Yang Unik Di Pilbup Cirebon 2018 – 2023

Menilik Yang Unik Di Pilbup Cirebon 2018 – 2023

904
0
BERBAGI

Editorial (R) – Perjalanan waktu dalam proses pemilihan kepala daerah serentak, terus menggelinding dan mendekati masa perhelatannya, pada 27 Juni 2018.

Berbagai tahapan, sudah di laksanakan satu persatu, sesuai dengan agenda yang ditetapkan oleh KPU, selaku penyelenggara pemilu serentak, di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Cirebon, perhelatan pilkada serentak, di ikuti oleh empat pasangan calon. Beberapa di antaranya adalah wajah lama, yang pernah tampil dalam pilkada Cirebon sebelumnya, pada tahun 2013 lalu, diantaranya, Sunjaya Purwadisastra, H. Rakhmat, H. Mohammad Luthfi dan H. Nurul Qomar.

Sementara sisanya adalah wajah baru, diantaranya, H. Yayat Ruhyat, H. Kalinga, Hj. Dian Hernawa Susanty dan H. Imron Rosadi.

Empat pasangan calon tersebut, terdiri dari empat calon wajah lama dan empat calon wajah baru, dalam pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Cirebon periode 2018 – 2023.

Dari empat pasangan calon tersebut, ada yang berpasangan dengan wajah lama dan wajah baru. Seperti H. Sunjaya Purwadisastra dan H. Imron Rosadi, serta H. Rakhmat dan H. Yayat Ruhyat.

Sementara pasangan H. Mohammad Luthfi dan H. Nurul Qomar,  keduanya adalah wajah lama dalam pilkada Kabupaten Cirebon.

Pasalnya, pada pilkada 2013 lalu, H. Mohammad Luthfi dan H. Nurul Qomar, pernah berkompetisi untuk memperebutkan kursi Eksekutif Satu (E 1, red) di kabupaten Cirebon, bersama dengan H. Sunjaya Purwadisastra dan H. Rakhmat. Namun di pilkada tahun 2018 ini, H. Moh. Luthfi dan H. Qomar justru menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2018 – 2023.

Sementara pasangan calon H. Kalinga dan Hj. Dian Hernawa Susanty, keduanya adalah wajah baru yang mencoba peruntungan dalam pilkada serentak tahun 2018 di kabupaten Cirebon. Pasangan Kalinga – Santy menawarkan perpaduan antara birokrat dan legislator bagi pemilihnya.

Jika mengingat kembali pilkada sebelumnya, saat itu pasangan calon yang ikut dalam pilkada kabupaten Cirebon tahun 2013, sebanyak 6 paslon yaitu :
1. Moch. Insyaf Supriyadi dan H. Darusa
2. H. Sunjaya Purwadisastra dan H. Tasiya Soemadi (al-Gotas)
3. ‎H. Mohammad Luthfi dan Ratu Raja Arimbi Nurtina
4. H. Nurul Qomar dan H. Subhan
5. H. Ason Sukasa dan H. Elang Kusnandar
6. Hj. Raden Sri Heviyana Supardi dan H. Rakhmat.

Pemilukada kabupaten Cirebon tahun 2013, berjalan sebanyak 2 putaran dan dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2. H. Sunjaya Purwadisastra dan H. Tasiya Soemadi (al-Gotas), dengan perolehan jumlah suara, sebanyak 403.933 suara dengan presentase 53,43 % dari total suara di kabupaten Cirebon.

Pada pilkada 2018 sekarang ini, empat pasangan calon telah mendapatkan nomor urut, sesuai dengan pilihannya masing – masing.

Setelah ditetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon pada Senin, 12 Februari 2018, keesokan harinya ke empat pasangan calon tersebut, melakukan pengundian nomor urut yang dilaksanakan oleh KPU kabupaten Cirebon, di salah satu gedung pertemuan di wilayah kecamatan Beber, Rabu (13/2).

Namun ada yang unik dari hasil pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon tersebut.  Masing – masing pasangan calon mendapatkan nomor urut yang sama persis, pada saat pasangan calon mendaftar ke KPU pertama kali.

Sesuai dengan hasil pengundian nomor urut, pasangan Calon H. Kalinga – Santy (HATI) mendapat nomor urut 1, paslon H. Sunjaya Purwadisastra – H. Imron Rosadi (JADI JAYA) mendapat nomor urut 2, paslon H. Rakhmat – H. Yayat (RAKYAT)  mendapat nomor urut 3, dan terakhir paslon H. Moh. Luthfi – H. Qomar mendapat nomor urut 4.

Mengingat kembali proses pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon pada 8 – 10 Januari 2018 kemarin, paslon H. Kalinga – Santy adalah paslon yang pertama kali mendaftar ke KPU di hari ke dua pendaftaran. Kemudian di hari ketiga disusul paslon H. Sunjaya dan H. Imron yang mendaftar di urutan kedua. Paslon H. Rakhmat – H. Yayat di urutan ke tiga dan terakhir paslon H. Moh. Luthfi dan H. Qomar di urutan ke empat, sekaligus penutup di hari terakhir pendaftaran.

Usai pengundian nomor urut, Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Saefudin Jazuli, merasa heran atas hasil pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon tersebut.

Menurutnya, semua mekanisme pengundian nomor urut telah berjalan sesuai dengan prosedur. Namun ternyata hasilnya cukup mengherankan, bisa sama dengan nomor urut pada saat pendaftaran bakal calon.

Selang satu hari setelah pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, KPU bersama dengan Panwas dan Muspida mengadakan kegiatan Deklarasi Kampanye Damai, yang diselenggarakan di salah satu gedung pertemuan di wilayah kecamatan Kedawung, Kamis (15/2).

Dalam kesempatan tersebut, seluruh tim dari masing – masing paslon, dihimbau untuk melaksakan kampanye sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh KPU. Tidak ada kampanye hitam, politik uang, apalagi ancaman – ancaman yang berujung pada perpecahan. (Isno)

LEAVE A REPLY

20 + nine =