Rumah Warga Desa Megu Gede Diserbu Hama Ulat Jati

Rumah Warga Desa Megu Gede Diserbu Hama Ulat Jati

1699
0
BERBAGI
Ratusan hama ulat jati menempel di pagar rumah warga desa Megu Gede

CIREBON (R) – Warga di sejumlah wilayah Desa Megu Gede kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, resah dengan munculnya ulat jati dalam jumlah yang banyak. Ulat – ulat berwarna hitam yang berasal dari daun pohon jati itu, mulai merambah kejalan dan ke pemukiman masyarakat.

Di Desa Megu Gede sendiri, serangan ulat jati melanda di daerah – daerah yang banyak di tumbuhi pohon jati. Hal tersebut bersamaan dengan gugurnya daun jati yang habis di makan ulat. Kemudian ulat – ulat berjatuhan dan merambah ke jalan serta pemukiman.

Subandi warga blok Makam Tanjung Desa Megu Gede menuturkan, serangan ulat jati sudah terjadi kurang lebih 5 hari belakangan ini. Menurutnya, ulat jati kadang menempel di pagar depan rumahnya. Jumlah bukan cuma satu, melainkan banyak.

“ini sudah di mulai pada hari Selasa pada minggu ini. Mulanya memang sedikit tapi lama – kelamaan tambah banyak. Saya sampai kerepotan menanganinya,” tutur Subandi kepada Republiqu, Sabtu (15/12/2018).

Dikatakannya, berbagai upaya sudah ia lakukan. Mulai dari membakar ulat dengan menggunakan obor, maupun menyemprotnya menggunakan obat pembasmi serangga. Namun tetap saja, ulat – ulat jati tersebut masih banyak yang jatuh ke halaman rumahnya.

“Sehari-hari saya harus berurusan dengan ulat. Agar ulat itu tidak masuk kedalam rumah. Pasalnya keluarga saya merasa terganggu. Apalagi istri saya sampai tidak mau keluar rumah, karena adanya ulat itu,” jelasnya.

Dengan kejadian itu Subandi menginginkan, adanya bantuan dari pemerintah desa maupun dinas terkait, untuk secepatnya melakukan tindakan. Karena hal tersebut, dirasakan sangat meresahkan masyarakat, terutama para pengguna jalan.

“Saya bingung harus mengadu ke siapa. Karena bukan saya saja yang terganggu. Masyarakat sekitar makam Tanjung juga marasakan hal yang sama. Terutama penguna jalan. Jadi kami ingin secepatnya ada tindakan. Karena hal ini sering terjadi, setiap tahunnya, terutama musim peralihan seperti sekarang ini,” tandasnya.

Senada dengan Subandi, salah satu pengguna jalan, Jamil mengatakan, hal tersebut sudah sering terjadi terutama saat musim peralihan, seperti sekarang ini. Namun menurutnya, pada tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Pasalnya pohon jati yang ditanam sudah pada besar.

“Di area makam Tanjung ini, mungkin tidak terlalu parah ulatnya. Kalau di telar Sibedul, itu lebih parah lagi. Bahkan tak sedikit para pengguna jalan yang memutar arah. Tidak mau lewat situ. Karena ketakutan. Soalnya ulatnya banyak sekali. Sampai ada yang ke jalan aspal. Ada juga yang menempel dipohon sisi kanan dan kiri jalan,” tandasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

7 − two =