Suara Iman Tertinggi, Masyarakat Megu Gede Dihimbau Tetap Kondusif

Suara Iman Tertinggi, Masyarakat Megu Gede Dihimbau Tetap Kondusif

708
0
SHARE
Suasana pemungutan suara pilwu desa Megu Gede, ramai dan penuh sesak masyarakat yang ingin menyalurkan hak pilihnya, Minggu (27/10/2019).

CIREBON (R) – Pelaksanaan pemilihan kuwu (Pilwu) serentak 2019 di Kabupaten Cirebon telah dilaksanakan. Masing – masing desa telah menentukan calon pemimpinnya untuk 6 tahun kedepan. Perolehan suara hasil penghitungan, menghantarkan calon kuwu terpilih menuju kursi nomor satu di desanya masing – masing.

Di desa Megu Gede Kecamatan Weru, pelaksanaan pilwu berjalan lancar dan kondusif. Meskipun dalam prosesnya memakan waktu hingga malam hari. Namun dari hasil penghitungan suara, calon kuwu nomor urut 1, Iman Fitriadi berhasil mengungguli lawan politiknya dengan memperoleh suara sebanyak 2.009 dari 5.444 suara yang masuk.

Ketua pemilihan kuwu desa Megu Gede Abdullah As mengatakan, ia mengaku beryukur pelaksanaan pilwu di desanya berjalan lancar. Meskipun proses rekapitulasi dan penghitungan suara, berlangsung sampai malam hari.

“Adapun DPT di desa kami berjumlah 7.142 pemilih. Dan yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 5.444 pemilih. Dari ke lima calon yang ada, Iman Fitryadi berhasil unggul dengan perolehan 2.009 suara. Disusul Sutrisno dengan perolehan suara sebanyak 1.864 suara. Kemudian Salim dengan 111 suara. Shahri Romdona 285 dan Budiarto 64 suara,” ungkapnya.

Abdullah menjelaskan, dalam pemilihan kali ini, ia sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat desa Megu Gede yang antusias menentukan calon pemimpin desanya 6 tahun kedepan. Atusiasme pemilih itu meningkat dibandingkan pada pilwu sebelumnya. Ia menilai, perbedaan antusiasme itu adalah salah satu bentuk pendidikan kedewasaan masyarakat dalam berpolitik dan demokrasi.

“Ini jelas berbeda, dibandingkan pemilihan legislatif dan presiden kemarin. Mungkin gema lima kandidat kuwu yang ada, mampu menggerakan seluruh elemen masyarakat dalam mencari dukungan suara. Sehingga pilwu kali ini ada rasa gregetnya dan memancing masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya demi kemajuan desa kedepan,” paparnya.

Menurut Abdullah, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kuwu Megu Gede mencerminkan representatif kekecewaan masyarakat, terhadap kinerja kuwu – kuwu sebelumnya, yang dinilai kurang maksimal dan banyak mengecewakan masyarakat.

“Jujur saya juga pribumi dan menjadi ketua pemilihan kuwu sudah ke tiga kalinya. Jadi saya juga merasakan hal yang sama. Apa yang dirasakan masyarakat adalah cermin bagi generasi penerus pemerintahan desa kedepan, agar lebih baik lagi. Sehingga masyarakat mulai sadar, menentukan pemimpin adalah menentukan masa depan desa,” terangnya.

Ia berharap, dengan pelaksanaan pemilihan kuwu tersebut, masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihannya. Masyarakat harus lebih dewasa dalam berpolitik. Sehingga mampu menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif bagi pembangunan di desa Megu Gede.

“Dalam pilwu pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Ini merupakan sebuah kompetisi. Semua calon pasti ingin desanya maju dan sejahtera. Mari kita sama – sama menjaga tali silaturahmi dan persaudaraan ini, agar terus terpelihara. Sehingga harapan dan cita – cita pembangunan desa Megu Gede dapat terwujud,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

twenty − twenty =