Disnak Jabar Evaluasi Masalah Bantuan Ayam Di Cirebon

Disnak Jabar Evaluasi Masalah Bantuan Ayam Di Cirebon

609
0
BERBAGI
Kepala Dinas Ketahanan Pangan H. Muhidin memberikan pemaparan dalam acara rapat koordinasi dan evaluasi bantuan ayam di Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Bantuan ayam Kementerian Pertanian RI bagi Rumah Tangga Miskin (RTM), sedang tahap pelaksanaan. Kabupaten Cirebon adalah salah satu daerah di Jawa Barat, yang mendapat bantuan itu. Daerah lainnya yang juga mendapat bantuan adalah Tasik, Garut, Indramayu dan Cianjur.

Di Kabupaten Cirebon, sebanyak 4.788 RTM di empat kecamatan, yang tersebar di 45 desa penerima bantuan ayam, 72 persen telah di distribusikan. Ayam yang sudah disalurkan sebanyak 173.400 ekor untuk 3.468 RTM. Sementara yang belum didistribusikan adalah sebanyak 1.320 RTM atau 66.000 ekor.

Namun dalam perjalannya, bantuan ini terkendala berbagai masalah. Seperti halnya pendistribusian. Banyak ayam yang mati diperjalanan. Mungkin karena jarak yang terlampau jauh. Keterlambatan jadwal juga jadi penyebab. Jumlahnya mencapai 742 ekor yang mati. Terbanyak ayam yang mati di desa Palimanan Barat Kecamatan Gempol. Jumlahnya 500 ekor. Namun semuanya dikirim lagi ke Jakarta dan diganti.

Dari berbagai permasalahan itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Puslitbang Peternakan mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi pendistribusian bantuan ayam petelur, di Aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, Senin (10/12/2018).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon H. Muhidin mengatakan, berbagai permasalahan dilapangan sedang di inventarisir untuk mengetahui penyebab dan pemecahan solusinya. Berbagai masalah itu adalah proses distribusi bantuan ayam petelur yang terlambat dari jadwal, sehingga banyak yang mati. Kemudian ayam sakit, ayam mati dan hilang juga menjadi catatan.

“Masalah itu terjadi, karena keterlambatan kedatangan ayam ke tempat pendistribusian. Dampaknya menyebabkan ayam banyak yang mati. Belum lagi masalah yang terjadi di tangan penerima bantuan atau para rumah tangga miskin (RTM) yang mati dan tidak diganti. Banyak juga RTM yang dialihkan, saat pendistribusian ayam, serta sejumlah kandang yang tidak sesuai dengan bestek,” ujarnya.

Menurut Muhidin, laporan permasalahan itu harus segera dirapatkan dan melakukan evaluasi. Agar berbagai permasalahan tersebut, bisa segera dilaporkan ke pusat dan mendapat solusi terbaik. Ia mengharapkan seluruh timnya dapat bekerja keras, agar bantuan RTM tersebut bisa berjalan dengan baik dan berdampak positif.

“Masalah ayam yang mati di tingkat RTM juga dipengaruhi cuaca. Saat ini sedang musim pancaroba, sehingga banyak unggas sakit dan mati mendadak. Makanya kami juga melaksanakan bimtek bagi para pendamping RTM perihal menjaga kondisi ayam agar sehat dan tidak gampang sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kabid Produksi Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Aida Rosana, mengapresiasi kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan tim penyuluh maupun pendamping. Mereka telah bekerja keras agar bantuan tersebut tepat guna dan juga bermanfaat bagi para RTM yang menerima.

“Provinsi Jawa Barat menerima bantuan ayam sebanyak 1,98 juta ekor, dengan total penerima sebanyak 39.830 RTM. Kemudian dibagi lima kabupaten penerima bantuan ayam. Yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Tasik, Garut dan Cianjur. Total keseluruhan kecamatan yaitu sebanyak 18 kecamatan dan 139 desa,” rincinya.

Ia menambahkan, hasil evaluasi dan pendataan dilapangan, akan segera dilaporkan ke Kementerian Pertanian (Kementan), sebagai tindak lanjut dari perkembangan pelaksanaan bantuan. Harapannya tentu agar RTM penerima bantuan, bisa mendapatkan manfaatnya dan juga keuntungannya.

“Dengan rapat koordinasi dan evalusi ini, mudah – mudahan ada hasil terbaik dan pemecahan solusinya. Sehingga bantuan ini bisa berjalan lancar dan dampaknya positif. RTM semakin sejahtera dan indeks kemiskinan di Jawa Barat bisa menurun,” pungkasnya. (is/ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

18 + twelve =