Mantan Pj Kuwu Karangmekar Diduga Terima Gratifikasi Proyek Rabat Beton

Mantan Pj Kuwu Karangmekar Diduga Terima Gratifikasi Proyek Rabat Beton

346
0
BERBAGI
Tata Sukarta, mantan Pj Kuwu Karangmekar Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, saat diklarifikasi oleh sejumlah media terkait dugaan gratifikasi.

CIREBON (rq) – Terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran, mantan Pejabat (Pj) Kuwu Karangmekar, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Tata Sukarta bantah adanya surat perjanjian kerjasama dengan M. Syahroni terkait pembangunan proyek rabat beton di Jl. Kartini, Desa Karangmekar, senilai Rp. 552.535.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2019 dengan kompensasi atau diduga fee sebesar Rp 50 juta.

“Saya tidak pernah menerima uang (kompensasi) apapun,” ujar Tata kepada media saat dikonfirmasi di tempat kerjanya, Senin, (22/06/2020).

Tata mengaku, tidak pernah membuat surat tersebut. Ia merasa tanda tangannya telah dipalsukan.

“Surat yang bertandatangan atas nama saya itu tidak benar,” elak Tata.

Saat disinggung atas pelaporan yang dilakukan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Cirebon mengenai persoalan tersebut keranah hukum, sebagai warga negara yang sadar hukum, ia mengaku siap mengikuti proses aturan hukum yang berlaku.

“Jika benar itu terjadi, saya siap bertanggung jawab. Karena sampai saat ini, saya belum pernah dipanggil oleh Penegak Hukum (Kejaksaan) dan sebagai Warga Negara yang baik, saya akan taat aturan Hukum,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPW LSM BARET, To’at Hidayat mengaku memiliki bukti kuat atas dugaan tersebut, sehingga pihaknya telah melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

“Kami memiliki bukti kuat bahwa telah terjadi dugaan Gratifikasi yang dilakukan oleh Mantan Penjabat Kuwu Desa Karangmekar tahun 2019. Bahkan dengan bukti yang kami miliki, yang bersangkutan telah kami laporkan kepada Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, sejak kurang lebih enam bulan yang lalu,” kata To’at.

Namun sayangnya, Lanjut To’at, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui hasil atau kelanjutan dari tindak lanjut laporan atau pengaduan dari pihak Kejaksaan.

“Oleh karenanya, kami sangat berharap kepada penegak Hukum untuk melaksanakan Hukum secara sungguh-sungguh,” tegasnya.

Sementara itu, Kuwu Karangmekar, Rusmanto, membenarkan adanya dugaan tersebut. Ia menyayangkan dengan adanya persoalan itu, kini proyek tersebut mangkrak.

“Memang benar kang, ada dugaan telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran yang diduga dilakukan oleh mantan penjabat kuwu (Tata Sukarta) terkait proyek rabat beton yang berlokasi di dusun 1 dan 6 jalan Kartini. Akibat adanya dugaan tersebut, maka dampaknya sampai saat ini peroyek rabat beton itu mangkrak,” ujar Rusmanto kepada media.

Menurutnya, pejabat tersebut sudah tiga kali membuat surat penyataaan pertanggungjawaban, namun sampai saat ini belum ada bentuk tanggung jawab apapun yang telah dilakukannya.

“Yang bersangkutan telah lebih tiga kali membuat surat pernyataan yang isinya akan bertanggungjawab. Tapi pada kenyataannya sampai saat ini, belum juga ada kepastian yang jelas,” pungkasnya. (on)

LEAVE A REPLY

15 − eleven =