Luthfi Walkout Kecewa Rekapitulasi KPUD

Luthfi Walkout Kecewa Rekapitulasi KPUD

715
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Proses rekapitulasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cirebon memanas. Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon memilih tidak hadir. Sementara pasangan nomor 4, Luthfi Qomar memilih walkout saat proses perhitungan sedang berlangsung.

Ketua timgab pemenangan paslon Luthfi Qomar, H. Abu Tholhah Nawawi dalam konfrensi persnya mengatakan, KPUD dinilai telah melakukan kesewenang – wenangan terhadap proses rekapitulasi suara tingkat Kabupaten.

“Pada saat akan dibukanya kotak suara dan dimulainya proses rekapitulasi suara, saksi tim gabungan partai sudah mengajukan interupsi atas permasalahan yang belum jelas penyelesaiannya. Namun sayang itu tidak di sikapi dengan serius,” ungkapnya di kantor DPC PKB Kabupaten Cirebon, Rabu sore (4/7/2018).

Menurut Saksi timgab Ayip Mohammad Rifky yang saat itu mengajukan interupsi mengungkapkan, tim gabungan PKB dan NasDem, menilai ada kejanggalan dari proses rekapitulasi yang berlangsung.

“Rekapitulasi tersebut seharusnya dapat mengakomodir semua interupsi yang diajukan oleh masing – masing paslon. Ini adalah hak demokrasi. Tapi KPUD seolah tidak menganggap penting, dan tetap melanjutkan proses rekapitulasi hasil tingkat kecamatan,” terangnya.

Dikatakan Ayip Muhamad Rifky, interupsi paslon nomor 4 itu adalah bentuk hak konstituen yang mestinya dapat diakomodir oleh KPUD. Namun sampai penghitungan surat suara berlangsung, interupsi pertanyaan yang diajukan oleh tim saksi paslon nomor 4, tidak di indahkan.

“Kehadiran tim paslon nomor 4 didalam forum seperti tidak dianggap. Ketua KPUD terus melanjutkan proses penghitungan suara tanpa peduli dengan pertanyaan yang diajukan oleh saksi paslon nomor 4,” ungkapnya.

Ayip memaparkan, beberapa interupsi yang dipertanyakan adalah soal kartu undangan suara pencoblosan yang hilang atau tidak tercetak. Kemudian insiden kertas surat suara yang hilang atau dibakar secara tidak sengaja oleh KPUD.

“Beberapa persoalan seperti surat undangan pemilihan yang tidak tercetak, kemudian insiden terbakarnya surat suara yang dinyatakan hilang, harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan politik oleh KPUD kepada semua paslon,” jelasnya.

Sikap KPUD tersebut menurut Ayip tidak mencerminkan demokrasi yang selama ini di gembar gemborkan oleh KPUD. Padahal, saksi timgab sudah 4 kali interupsi mempertanyakan terkait surat suara yang dicetak seluruhnya dan yang hilang atau dibakar.

“MoU dengan percetakan, tidak dijawab oleh KPUD. Komisioner menolak. Total kertas suara yang digunakan dan yang dicetak berapa, tidak dijawab. Katanya ada kenaikan partisipasi pemilih. Data realnya mana, tidak dijawab oleh KPUD,” paparnya.

Sementara itu relawan paslon nomor 4 Ivan Maulana menambahkan, media sudah mempublikasikan tingkat partisipasi pemilih sebesar 65 persen. Seharusnya KPUD bukan hanya omong kosong, tetapi juga mampu menyodorkan datanya kepada tim paslon yang mempertanyakan.

“Jika bicara aturan, KPUD harus berani bertanggungjawab secara mutlak, termasuk soal pembakaran surat suara yang diklaim adalah human eror. Tidak ada surat pemberitahuan pembakaran atau pemusnahan surat suara yang lebih, kepada kami saksi para paslon,” tegasnya.

Ivan menduga ada persekongkolan jahat pada proses penyelenggaraan pemilihan yang dilaksanakan oleh KPUD. Karena menurutnya human eror tidak mungkin terjadi jika semuanya telah dilaksanakan sesuai prosedur.

“Kertas surat suara pada saat proses pendistribusiaan tentunya dikawal oleh pihak kepolisian dan segala prosesnya dipantau. Tapi ini kok bisa kebobolan. Awal ngomong ke media hilang. Kemudian ngomong lagi terbakar. Kok bisa. Ini harus dipertanggungjawabkan oleh KPUD,” tambahnya.

Dengan sikap Walkout tersebut, tim paslon 4 tidak akan melanjutkan proses penghitungan rekapitulasi yang dilaksanakan oleh KPUD.

“Apapun hasilnya, saksi tim nomor 4 tidak akan menandatangani apapun keputusan yang dihasilkan oleh KPUD dalam proses rekapitulasi ini. Mengenai sikap dan tindakan kedepan, akan dirapatkan bersama dengan tim,” pungkasnya. (Ris)

Penyunting : Wanto

LEAVE A REPLY

15 − eleven =