Lomba B2SA Ajang Adu Kreatifitas Makanan Bergizi

Lomba B2SA Ajang Adu Kreatifitas Makanan Bergizi

132
0
SHARE
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, H. Muhidin berswafoto bersama ibu Plt Bupati dan para pemenang lomba B2SA tingkat Kabupaten Cirebon.

CIREBON (R) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon menggelar lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), Rabu (25/9/2019).

Dalam kegiatan tersebut, di ikuti oleh 56 peserta yang berasal dari tim penggerak PKK tingkat kecamatan dan kelompok wanita tani kecamatan se – Kabupaten Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, tim penggerak PKK Kecamatan Panguragan berhasil mendapatkan peringkat pertama dalam kategori cipta menu PKK Kecamatan. Sementara KWT Srikandi desa Kubangkarang, keluar sebagai juara 1 dalam kategori cipta menu KWT.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, H. Muhidin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan lomba cipta menu dalam rangka B2SA yang bertujuan untuk lebih mendorong kreatifitas PKK dan KWT se – Kabupaten Cirebon.

“Selain untuk lebih kreatif, kegiatan ini juga dapat menginspirasi para ibu – ibu, untuk menyajikan makanan bergizi bagi keluarganya dengan beragam, berimbang, sehat dan aman. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting,” terangnya.

H. Muhidin juga memaparkan, untuk tim yang berhasil menjadi juara, pihaknya akan mendorong untuk mengikuti ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia juga meminta kepada para peserta untuk dapat mengimplementasikan dan menyajikan menu tersebut dalam keluarganya.

“Kami berharap PKK maupun KWT dapat mengapresiasi hasil – hasil ini kepada keluarganya dan kepada masyarakat. Sementara dari segi ekonomi makanan olahan itu juga bisa diperjual belikan dengan mutu yang hebat,” paparnya.

Sementara itu, salah satu juri lomba tersebut, Hana Kusdiono mengatakan, kategori penilaiannya diselaraskan dengan metode penilaian yang dilaksanakan, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat pusat.

“Semua proporsi penilaian, sudah diatur sedemikan rupa dan memiliki standarisasi. Mereka sudah diberikan buku juklas – juklisnya. Sehingga para peserta sendiri, tahu apa yang mau disajikan. Untuk para pemenangnya, semua harus masuk kriteria selain dari resep, citarasapun harus enak dan memenuhi standar B2SA,” tambahnya.

Pihaknya berharap, para peserta dapat memahami terlebih dahulu tentang menu B2SA, sebelum mensosialisasikannya pada tingkat kader. Baik ditingkat desa maupun di tingkat kecamatan agar lebih cepat memahami apa itu menu B2SA. (ta)

LEAVE A REPLY

20 + seventeen =