Lepas Subuh, Selly Berkunjung Ke Lokasi Korban Puting Beliung Panguragan

Lepas Subuh, Selly Berkunjung Ke Lokasi Korban Puting Beliung Panguragan

390
0
SHARE
Selly Andriany Gantina mantan Wakil Bupati Cirebon yang juga calon anggota legislatif DPR - RI meninjau salah satu rumah warga Panguragan kulon yang tertimpa musibah angin puting beliung.

CIREBON (R) – Musibah bencana alam angin puting beliung, yang terjadi pada hari Minggu (30/12/2018) kemarin di wilayah Kecamatan Panguragan, mengetuk hati semua pihak. Bukan hanya kerugian materiil yang dirasakan. Trauma pasca musibah pun, masih tergambar jelas di raut wajah para korban.

Perasaan sedih dan haru juga menyelimuti mantan Wakil Bupati dan Plt Bupati Cirebon Selly Andriany Gantina. Lewat ketulusan hatinya, pagi – pagi buta, wanita ini rela menyempatkan waktu untuk sekedar bertemu para korban musibah. Bukan hanya di lokasi pengungsian, di lokasi terjadinya bencana puting beliung pun, ia memberikan semangat dan motivasi. Agar korban musibah selalu tabah dan ikhlas dalam menghadapi ujian.

Sekitar pukul 05.30 WIB Senin pagi (31/12/2018), Selly yang juga sebagai Calon Legislatif DPR – RI itu, terlihat di lokasi pengungsian. Tepatnya di kantor Desa Panguragan Kulon dan Kantor Kecamatan Panguragan, yang memang bersebelahan. Di lokasi itu Selly memberikan bantuan berupa makanan siap santap. Tentu untuk sekedar mengisi perut para korban, yang semalaman telah menahan lapar.

Dalam kunjungannya tersebut, Mantan Wakil Bupati Cirebon ini, menyusuri rumah terdampak musibah satu persatu. Mulai dari pinggir jalan, sampai masuk ke pemukiman padat penduduk. Cerita soal kronologis kejadian, dijelaskan dengan gamblang, silih berganti oleh pemilik rumah yang dikunjungi.

Di kesempatan itu, Selly juga menyempatkan diri bertakziyah dan mengunjungi lokasi korban meninggal dunia. Ananda Herdiyano, bocah 4 tahun yang menjadi korban kebrutalan angin puting beliung. Menyisakan kisah tragis bagi para tetangga korban. Rumahnya yang dekat sawah, kini rata dengan tanah. Perasaan trauma kini masih melekat di hati orang tuanya. Seakan tidak menyangka, anaknya telah tiada.

Usai kunjungannya di lokasi sekitar bencana, Selly Andriany Gantina kepada Republiqu menceritakan yang dirasakannya selama mengunjungi korban musibah puting beliung. Ia meminta kepada korban agar ikhlas dan tabah menghadapi ujian tersebut.

“Kita memang tidak pernah tahu, kapan musibah akan datang. Ini adalah takdir Allah SWT. Kita harus tabah dan ikhlas. Saya berdoa, semoga musibah ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Cirebon dan daerah lainnya. Mari sama – sama kita berdoa dan mulai membangun kembali Panguragan dengan segenap tenaga yang kita punya,” ujarnya.

Selly juga mengapresiasi respon cepat tanggap pemerintah dalam menghadapi musibah puting beliung di wilayah kecamatan Panguragan. Menurutnya, tanpa peran serta pemerintah dalam pemulihan pasca bencana, rasanya akan sulit masyarakat bisa cepat bangkit dari trauma.

“Saya mengapresiasi respon pemerintah yang cepat, mulai dari pemerintah daerah, baik Dinas Sosial, Tagana, BPBD, Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan para relawan lainnya. Ini adalah bukti bahwa Kabupaten Cirebon sangat siap menghadapi situasi apapun. Saya mewakili masyarakat Panguragan, sangat berterima kasih. Atas apa yang telah dilakukan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, yang diperlukan masyarakat korban bencana di Panguragan saat ini adalah pendampingan traumatik dan kebutuhan sekolah anak. Karena menurutnya, Rabu lusa, anak sekolah sudah mulai masuk dan beraktifitas seperti biasanya.

“Selain kebutuhan papan, kebutuhan sandang juga harus di prioritaskan. Kasihan anak – anak sekolah yang tidak memiliki seragam, akibat musibah menghancurkan rumahnya. Otomatis pakaian dan keperluan sekolahnya juga rusak akibat musibah itu,” terangnya.

Dalam rangka membantu pemulihan bencana, Selly juga berharap kepada para perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon, untuk berkontribusi membantu pemulihan pasca musibah puting beliung di kawasan kecamatan Panguragan. Menurutnya jika semua dilakukan secara gotong royong dan bersama – sama semuanya akan ringan.

“Saya berharap kepada perusahaan di Kabupaten Cirebon, dapat membantu keperluan korban bencana melalui dana CSR. Tidak harus banyak. Sedikit pun tidak masalah, asal ikhlas dan semua perusahaan bisa turut serta. Saya sangat yakin, pemulihan infrastruktur bisa sangat cepat,” tegasnya.

Selly juga tidak lupa kepada keluarga korban meninggal dunia Heriyanto. Ia berharap keluarga yang di tinggalkan, senantiasa ikhlas dan tabah dalam menghadapi ujian hidup yang diberikan oleh Allah SWT. Semoga korban menjadi bunga surga bagi kedua orang tuanya, amien. (is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

three + four =