Mengidap Kangker Tulang, Kusaeri Butuh Uluran Tangan

Mengidap Kangker Tulang, Kusaeri Butuh Uluran Tangan

368
0
SHARE
Camat Tengahtani Tata Sunirta bersama Kepala Puskesmas Tengahtani Uut menjenguk Akhmad Kusaeri warga Kalitengah yang menderita Kangker Tulang.

CIREBON (R) – Nasib Akhmad Kusairi warga blok Pekauman Rt 01 Rw 01 desa Kalitengah kecamatan Tengahtani kabupaten Cirebon, butuh penanganan medis serius dari pemerintah Kabupaten Cirebon. Pasalnya dari pemeriksaan Rumah Sakit, Kusairi di diagnosa mengidap penyakit kangker tulang.

Zainal Lukmana yang merupakan Sekdes desa Kalitengah menceritakan, kejadian bermula ketika Kusairi yang merupakan salah satu murid SMPN 1 Tengahtani, terjatuh di selokan yang berada di lingkungan musholah di desanya. Namun setelah 3 hari, kondisi kakinya mengalami pembekakan. Sehingga Kusairi pun memeriksakan kondisinya ke puskesmas Tengahtani.

“Dari puskesmas Kusaeri mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit terdekat. Saat itu, kami langsung membawa Kusaeri ke rumah sakit Mitra Plumbon. Karena disana tidak memiliki dokter spesialis tulang, akhirnya Kusaeri di rujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung,” tuturnya kepada Republiqu, Rabu (16/1/2019).

Ia menuturkan, pihak pemerintah desa Kalitengah sudah berupaya maksimal. Termasuk melakukan berbagai koordinasi baik ke Dinas Kesehatan, melalui puskesmas Tengahtani, maupun dengan pihak pemerintah kecamatan Tengahtani.

“Setelah melakukan berbagai koordinasi, akhirnya kami bersama puskesmas dan pemerintah kecamatan Tengahtani, membawa Kusaeri ke RS Hasan Sadikin pada bulan Oktober 2018, untuk menjalani kemo terapi awal,” tuturnya.

Zaenal juga menambahkan, dalam permasalahan Kusaeri, tidak cukup hanya sebatas penanganan medisnya saja. Akan tetapi, terkait nonmedisnya pun, perlu ada perhatian dari pemda Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial, .

“Upaya pengobatan ini, kami kira akan memakan proses yang panjang. Karena melakukan kemo, tidak cukup hanya satu kali. Memang peran puskesmas Tengahtani, dari awal sampai saat ini, sangat aktif dan mensupport sekali dalam proses penyembuhan warga kami. Tapi yang paling penting adalah, mengenai kebutuhan non medisnya, harus dipikirkan juga. Baik mengenai rumah singgah, serta kebutuhan lainnya untuk si pasien maupun keluarganya,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, kedepan ada peran serta dari dinas terkait, terutama Dinas Sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan non medis keluarga Kusaeri. Karena tanpa bantuan pemerintah, sulit rasanya proses penyembuhan itu bisa berjalan maksimal.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tengahtani, Uut Teguh Sabara mengatakan, dalam kasus Kusaeri pihaknya sudah berupaya memberikan bantuan. Baik dengan melakukan pemeriksaan awal, maupun pendampingan dalam melakukan pemeriksaan medis selanjutnya.

“Sampai saat ini kami sudah melakukan pendampingan kepada pasien. Kami juga masih rutin melakulan pengecekan kesehatan setiap minggunya. Mulai dari tensi darahnya maupun kondisi si pasien. Mengenai obat – obatanya, itu dari sana dari Rs Hasan Sadikin. Kami tidak berani memberikan obat tambahan apapun. Dijadwalkan pafa tanggal 4 Februari 2019, Kusaeri akan diperiksakan kembali ke RS Hasa Sadikin. Kami juga akan melakukan pendampingan,” jelasnya.

Senada dengan Kepala Puskemas Tengahtani, kuwu desa Kalibaru, Handy Rianto mengatakan, pihaknya siap mendukung dan membantu dalam penanganan medis selanjutnya. Terutama bantuan sarana prasarana desa yang dibutuhkan.

“Memang pasien masih tercatat sebagai warga Kalitengah. Namun yang bersangkutan berdomisili sementara disini. Sehingga kami juga punya kewajiban untuk membantunya. Dari sisi kemanusian, keluarga Kusaeri tergolong sebagai masyarakat yang kurang mampu. Jadi sudah selayaknya, yang bersangkutan mendapatkan bantuan. Tentunya itu pun dengan batas dan kemampuan kami,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

six + 17 =