Kisah Unik Jembatan Greges Desa Gesik

Kisah Unik Jembatan Greges Desa Gesik

912
0
SHARE

CIREBON (R) – Jembatan adalah salah satu fasilitas umum yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Umumnya, jembatan digunakan untuk mempersingkat waktu dan jarak tempuh seseorang, agar tidak terlalu jauh memutar dan cepat sampai ke tujuan.

Namun terkadang ada saja hal unik yang terjadi dibalik berdirinya sebuah jembatan penyebrangan. Salah satunya adalah jembatan Greges desa Gesik Kecamatan Tengah Tani kabupaten Cirebon.

Keberadaan jembatan penghubung antara desa Setu Wetan dan desa Gesik kecamatan Tengah Tani tersebut, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan adanya jembatan tersebut, dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya sehari – hari.

Menurut Supri salah satu warga setempat mengatakan, sebelum dibangun jembatan permanen ini, awalnya hanya jembatan sementara yang dibuat dari bambu. Karena saat itu sungai meluap dan arusnya deras, jembatan bambunya hanyut dan juga ikut terbawa arus.

“Jembatan ini memang sangat berguna. Saya sendiri terbantu dengan adanya jembatan ini. Alhamdullilah sekarang sudah permanen dan lebih kokoh,” katanya.

Sementara itu, Kuwu (kepala desa) Gesik, Agus Swara mengatakan, keberadaan jembatan penghubung tersebut sangat berguna dan besar manfaatnya untuk masyarakat sekitar.

“Selain sebagai jalan penghubung, jembatan itu juga sebagai alternatif masyarakat jika jembatan battembat mengalami kemacetan, akibat adanya aktifitas wisata kuliner,” terang Agus.

Ia juga menambahkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan murni dari swadaya masyarakat, dengan tujuan untuk membuka akses ekonomi masyarakat sehingga lebih cepat dan mempersingkat waktu perjalanan.

“Saya mengapresiasi segala bantuan masyarakat baik materil maupun non materil sehingga jembatan Greges ini dapat berdiri kokoh dan permanen,” terangnya.

Dirinya juga menerangkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan jembatan pengganti pasca jembatan darurat yang hancur diterjang banjir bandang, beberapa waktu yang lalu.

“Ini adalah jembatan baru sebagai pengganti jembatan darurat yang rusak di terjang banjir aliran sungai Cipager waktu lalu. Semoga bisa lebih bermanfaat dan awet tahan lama,” paparnya.

Pihaknya juga berharap masyarakat dapat menjaga dan memelihara jembatan tersebut agar masyarakat dapat terus menerima manfaatnya.

“Jembatan ini adalah fasilitas umum. Milik masyarakat. Siapa saja boleh melewati jembatan ini. Saya hanya berpesan, mari jaga sama – sama agar selalu memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

seventeen + 16 =