Kemenangan Santosa Sesuai SK Panitia Pilwu

Kemenangan Santosa Sesuai SK Panitia Pilwu

780
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Sengketa hasil pemilihan Kuwu (kepala desa) Kalibaru Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon, dinilai pengacara tergugat calon nomor dua Santosa, hanya sebagai ketidakpuasan salah satu calon yang kalah dalam proses berdemokrasi.

Pengacara tergugat Eko Febriansyah, SH beranggapan, rekapitulasi perhitungan suara pemilihan kuwu (pilwu) Kalibaru sudah sesuai aturan hukum. Hal tersebut merujuk pada Surat Keputusan Panitia Pemilihan Kuwu Desa Kalibaru Nomor: 141.1/Kep.pan.pilwu06/X/2017 tertanggal 29 Oktober 2017 Tentang Penetapan Calon Kuwu terpilih pada Pemilihan Kuwu Desa Kalibaru.

“Dalam surat keputusan tersebut Calon Kuwu Nomor dua Santosa Memperoleh Suara 1425 Sedangkan Calon Kuwu nomor satu Handy Riyanto, memperoleh Suara 1424. Sehingga selisih satu perolehan suara, menjadi penentu kemenangan calon terpilih,” ujarnya.

Dikatakannya, seluruh pelaksanaan pemilihan kuwu desa Kalibaru, sudah sesuai dengan Perbup No. 60 Tahun 2017 Pasal 55 yang berbunyi, dalam hal terjadi perbedaan  pendapat mengenai sah atau tidak sahnya surat suara, antara Panitia dengan Calon dan/atau saksi, Maka Ketua Panitia Berwenang untuk menentukan dan bersifat Mengikat.

“Maka dengan Keputusan Panitia Pilwu Kalibaru tersebut Seharusnya Bupati Menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Kuwu Terpilih dan Melantik Santosa Sebagai Kuwu Definitif Desa Kalibaru,” terangnya.

Dirinya juga menjelaskan, semestinya walaupun ada Keberatan atau Gugatan yang dilakukan oleh tim yang kalah, seharusnya Bupati memprioritaskan Kepentingan umum dan  hak konstitusi Calon kuwu terpilih, tanpa menunggu Putusan dari Pengadilan, karena akan menimbulkan ketidakpastian hukum.

“Masyarakat Desa Kalibaru mempertanyakan Kelangsungan jalannya Pemerintahan Desa Kalibaru. Berdasarkan hasil pemilihan kuwu yang dilaksanakan, seharusnya bisa menghasilkan pemimpin definitif sesuai dengan hasil pemilihan masyarakat,” paparnya.

Diterangkannya, banyak dampak yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut. Pendukung Calon yang menang akan merasa tidak puas sehingga pada faktanya menimbulkan Konflik Horizontal dengan pihak pendukung calon nomor urut satu Handy Riyanto.

“Penundaan Pelantikan Kuwu terpilih desa Kalibaru merupakan tindakan Kongkrit. Bupati Cirebon dinilai melanggar Regulasi yang ditekennya Sendiri. Indikator Praktik Good Goverment diukur dari sikap kepatuhan Pemerintah Terhadap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (NR)

LEAVE A REPLY

4 + four =