Kejaksaan Kab. Cirebon Musnahkan Barang Bukti Ribuan Pil dan Narkotika

Kejaksaan Kab. Cirebon Musnahkan Barang Bukti Ribuan Pil dan Narkotika

139
0
BERBAGI
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Setyawan Nur Choliq saat memusnahkan ribuan pil tanpa izin edar dan narkotika lainnya hasil barang bukti kejahatan yang sudah berkekuatan hukum tetap putusan pengadilan.

CIREBON (rq) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana narkotika dan perkara tindak pidana Obat-obatan tanpa ijin edar, di halaman belakang Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Rabu (4/11/20).

Berdasarkan informasi, barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari penanganan perkara tahun 2019 sampai dengan Oktober 2020, yang telah berkekuatan hukum tetap sesuai dengan putusan pengadilan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Setyawan Nur Choliq, SH., MH, memimpin langsung pemusnahan barang bukti tersebut beserta, Perwakilan dari Kapolresta Cirebon yang diwakili Kasat Narkoba, Kalapas Narkotika Gintung, perwakilan dari BAPAS, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Setyawan Nur Choliq mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan bentuk penyelesaian akhir dari suatu penanganan perkara. Menurutnya, perkara yang sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap, barang bukti kejahatannya pun juga harus diselesaikan.

“Jadi untuk mendapatkan kepastian hukum itu tidak hanya pidana badan, tetapi juga tuntas dalam penyelesaian barang buktinya yaitu pemusnahan barang bukti khususnya untuk tindak pidana narkotika dan obat-obatan di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut juga merupakan bentuk tanggung jawab Kejaksaan sebagai penegak hukum untuk mendukung program pemerintah dalam meminimalisir dan mengantisipasi maraknya peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.

Advertorial

Selain itu, sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif dan efisien, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Pemusnahan barang bukti ini adalah penanganan perkara dari tahun 2019 sampai bulan Oktober 2020, jumlahnya untuk obat-obatan sendiri sekitar 22.700 butir, narkotika jenis ganja 3,6 kg, sabu dari 8 perkara sekitar 9,3 gram,” jelasnya.

Kajari juga berpesan, sebagai penegak hukum, ia akan terus mengingatkan dan selalu memberikan pembelajaran kepada masyarakat, bahwa narkotika dan obat-obatan itu tidak ada untungnya, justru malah merugikan dan berdampak buruk bagi kesehatan.

“Ini merupakan bentuk pertanggung jawaban kami, karena sebagai penegak hukum kami memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat serta kepada negara untuk menjalankan kewajibannya sesuai dengan amanat undang-undang,” pungkasnya. (ta/is)

LEAVE A REPLY

3 × five =