Kecamatan Kedawung Bagikan 300 Masker Dari Bupati Cirebon Ke TP PKK Desa

Kecamatan Kedawung Bagikan 300 Masker Dari Bupati Cirebon Ke TP PKK Desa

175
0
BERBAGI
Camat Kedawung, H. Teguh Supriyadi (tengah) bersama jajarannya membagikan masker secara simbolis ke masing-masing Ketua TP PKK Tingkat desa di Kecamatan Kedawung.

CIREBON (rq) – Pemerintah kecamatan Kedawung bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Kedawung, secara resmi melaunching Gerakan Bersama Memakai Masker (GEBRAK MASKER) tingkat kecamatan Kedawung kabupaten Cirebon, Rabu (19/8/2020).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari gerakan GEBRAK MASKER 2,5 juta masker yang diluncurkan pemerintah kabupaten Cirebon, yang juga secara resmi di buka oleh Bupati Cirebon H. Imron di Pendopo Rumah dinas Bupati Cirebon, Selasa (18/8/2020).

Camat Kedawung, H. Teguh Supriyadi usai kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari pencanangan kegiatan GEBRAK MASKER Pemerintah Kabupaten Cirebon 2,5 juta masker. Dikatakannya, di kecamatan Kedawung secara simbolis menerima 300 masker.

“Hari ini kita secara simbolis menyerahkan 300 masker yang kita terima kemarin, untuk diserahkan kepada para kader PKK kecamatan Kedawung, yang nantinya dibagikan kepada masyarakat. Harapannya kita dapat mencari para donatur untuk ikut mensosialisasikan gerakan memakai masker selama pandemi Covid-19,” terangnya.

Camat juga melanjutkan, dengan gerakan tersebut pemerintah desa dapat bekerja sama dengan UMKM terkait pengadaan maskernya. Sehingga dengan adanya program ini, diharapkan perekonomian desa bisa lebih hidup.

“Untuk desa dalam pengadaan masker itu dihimbau untuk bekerjasama dengan UMKM yang ada di desa masing-masing. Sehingga tidak membeli masker di luar desa. Supaya perekonomian yang ada di desa itu bisa hidup,” lanjutnya.

Dirinya juga menjelaskan, di kecamatan Kedawung sendiri, masyarakat yang terpapar Covid berjumlah 6 orang. Adapun 2 orang yang terpapar Covid terakhir, tidak tinggal di alamat yang tertera di KTP.

“Untuk yang terpapar Covid di kita itu ada 6 kasus. Awalnya itu 4 kasus dan 2 kasus terakhir itu KTPnya Kedawung dan Cideng. Kebetulan 2 kasus terakhir, orangnya tidak tinggal di situ, cuma KTPnya itu masih kedawung. Jadi kasus di kita itu nambah, tadinya 4 menjadi 6 kasus,” jelasnya.

H. Teguh juga menambahkan, sudah ada surat edaran dari Satpol PP terkait tidak adanya lagi pembatasan kegiatan, baik berskala besar maupun kecil. Namun menurutnya, hal tersebut bersifat situasional. Sehingga jika dalam satu desa tersebut ada yang terpapar, maka aturan tersebut tidak berlaku. Karena aturan itu merupakan kewenangan tim gugus tugas kabupaten maupun kecamatan untuk menindaklanjuti.

“Kita sekarang masuk zona biru, sehingga aktivitas masyarakat masih bebas tidak ada pembatasan. Tetapi, protokoler kesehatan harus diterapkan. Seperti social distancing, Pshycal distancing, pakai masker dan juga tetap cuci tangan. Kami berharap masyarakat dapat disiplin terkait protokoler kesehatan tadi. Sehingga mata rantai Covid bisa diputus,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

13 + 9 =