Kecamatan Jamblang Inginkan Adanya Wisata Desa Terintegrasi

Kecamatan Jamblang Inginkan Adanya Wisata Desa Terintegrasi

185
0
BERBAGI
Pemerintah Kecamatan Jamblang, bersama dengan unsur Muspika, para kuwu se-Jamblang, Dinas terkait dan Sultan Kasepuhan XV, saat menggelar rapat soal wisata terintegrasi di wilayah kecamatan Jamblang.

CIREBON (rq) – Pemerintah kecamatan Jamblang kabupaten Cirebon, menggelar rapat koordinasi pengembangan kawasan wisata terintegrasi di wilayah kecamatan Jamblang, Kamis (3/9/2020).

Hadir dalam acara tersebut, Sultan Kasepuhan PRA Lukman Zulkaedin, Camat Jamblang, para kuwu se-kecamatan Jamblang, perwakilan dari beberapa Dinas terkait dan juga beberapa tamu undangan yang lainnya.

Camat Jamblang, Abadi mengatakan, kegiatan rapat koordinasi tersebut merupakan salah satu bentuk rintisan pembentukan kawasan wisata terintegrasi di wilayahnya. Hal tersebut juga diakuinya merupakan bentuk upaya penghimpunan dukungan dari seluruh stakeholder yang ada, untuk merealisasikan kawasan wisata terintegrasi tersebut.

“Kecamatan Jamblang ini, kami lihat punya banyak potensi yang bisa kita kembangkan untuk kawasan wisata terintegrasi. Mengingat masing-masing desa memiliki potensi yang berbeda-beda. Dengan kegiatan rapat ini, diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan wisata terintegrasi disini. Memang semuanya butuh proses yang panjang, namun kalau tidak di mulai sekarang mau kapan lagi,” terangnya kepada awak media.

Camat juga menjelaskan, akan mendorong masing-masing desa yang ada di wilayahnya untuk memunculkan potensi-potensi wisatanya. Sehingga hal tersebut dapat dijadikan satu kawasan wisata yang terintegrasi.

“Untuk mewujudkan itu semua potensi wisata di masing-masing desa wilayah kecamatan Jamblang harus kita dorong. seperti gerabah di desa Sitiwinangun, desa Jamblang dengan bangunan tuanya, Wangunharja dengan produksi pindangnya dan potensi-potensi desa yang lainnya. Kalau semuanya sudah muncul, maka kami akan integrasikan. Kita akan tawarkan kepada biro-biro perjalanan wisata. Meskipun ini masih rintisan, tetapi mudah-mudahan ini bisa terwujud,” jelasnya.

Advertorial

Sementara itu, Sultan Kasepuhan XV, PRA Luqman Zulkaedin mengatakan, dirinya hadir dalam rapat tersebut dalam rangka mendukung pengembangan kawasan wisata terintegrasi di kecamatan Jamblang. Menurutnya juga, Sultan Sepuh terdahulu telah melakukan MoU dengan pemerintah desa Sitiwinangun, sebagai bentuk dukungan pengembangan wisata di desa tersebut.

“Desa Sitiwinangun sudah menjadi desa yang mandiri dan layak menjadi kunjungan wisata, karena di situ ada industri gerabah. Kerajinan gerabah di desa Sitiwinangun diyakini merupakan pelopor gerabah di Jawa Barat. Sehingga desa Sitiwinangun ini diharapkan bisa menjadi desa pelopor untuk desa-desa di sekitarnya. Di tambah lagi pak Camat berbicara akan menghidupkan sektor-sektor wisata yang ada di kecamatan Jamblang,” terangnya.

Ia juga menambahkan, kawasan Cirebon dikatakannya didukung oleh infrastruktur yang sangat baik, hal tersebut dibuktikan dengan adanya jalan tol Cipali dan tol yang lainya, serta dukungan adanya bandara Kertajati Majalengka. Oleh karena itu menurutnya Cirebon harus mampu menangkap potensi peluang tersebut.

“Dengan membangun sektor pariwisata yang ada seperti Keraton, Goa Sunyaragi, Gunung Jati dan sekarang memunculkan Jamblang, tentunya hal tersebut dapat membuat para wisatawan, punya banyak alternatif untuk kunjungan wisata ke Cirebon,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

twenty − 19 =