Kebut Reses, Yoga Sedoti Masalah Di Desa Megu Gede

Kebut Reses, Yoga Sedoti Masalah Di Desa Megu Gede

414
0
BERBAGI
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon fraksi PDI-P, Yoga Setiawan saat bersilaturahmi dan kunjungan kerja di desa Megu Gede Kecamatan Weru, untuk mengetahui berbagai permasalahan di desa tersebut.

CIREBON (R) – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan mengadakan kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja di desa Megu Gede kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, Kegiatan tersebut Dalam rangka reses ke II anggota DPRD Kabupaten Cirebon tahun 2020, Kamis sore (5/3/2020).

Usai kegiatan, Yoga Setiawan kepada Media Republiqu mengatakan, kaitan dengan program yang dilaksanakan di blok Sungapan Kidul desa Megu Gede, merupakan salah satu upayanya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Ada beberapa usulan dari masyarakat, terutama terkait infrastruktur menjadi pembahasan dalam reses tersebut.

“Ada beberapa usulan dari masyarakat terkait dengan selokan, kaca di perempatan jalan dan juga kaitan dengan senderan di sungai Cipager. Semua itu, ada kaitannya dengan tupoksi desa dan dinas terkait. Maka dari itu kita akan berkoordinasi lebih lanjut dengan kuwu Megu Gede. Artinya mana yang menjadi kewenangan kuwu, mana yang bukan menjadi kewenangan kuwu. Untuk yang bukan kewenangan kuwu, kita akan kawal terkait progres pembangunannya dengan dinas terkait,” terangnya.

Ia juga menjabarkan, untuk kegiatan reses sendiri, desa Megu Gede merupakan tempat ke 3 setelah Kelurahan Tukmudal dan desa Tegalwangi. Untuk agenda reses selanjutnya, akan dilaksanakan di desa Danamulya kecamatan Plumbon, Desa Cipanas dan Kepunduan Kecamatan Dukupuntang.

“Reses ini sengaja saya padatkan jadwalnya, agar hari Senin besok, saya bisa aktif lagi di DPRD. Kalau kawan – kawan yang lain, mungkin masih sibuk dengan reses. Tapi minimalnya, saya sudah selesai melaksanakannya. Dalam reses ini juga kita berikan pencerahan kepada masyarakat terkait mata anggaran pembangunan, terutama terkait kewenangan – kewenangan pelaksanaan pembangunan. Ada kewenangan kuwu, ada juga kewenangan pemkab Cirebon, yang dikerjakan melalui dinas terkait agar masyarakat paham betul mengenai kewenangan itu,” jelasnya.

Yoga berharap, dengan kegiatan reses tersebut, ia dapat bersinergi dengan pemerintah desa setempat, untuk membangun Kabupaten Cirebon. Khususnya skala prioritas untuk desa – desa di wilayah Daerah Pemilihan 1 Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, kuwu desa Megu Gede, Iman Fitriyadi, menyambut positif kegiatan reses tersebut. Ia menilai, dengan adanya kunjungan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung dengan wakilnya di DPRD Kabupaten Cirebon.

“Ini jelas sangat positif. Karena kita juga sangat butuh bisa duduk bereng dengan dewan. Minimalnya kita bisa tau antara, kewenangan dewan dan yang menjadi kewenangan kuwu seperti apa. Yang jelas, kami menginginkan hal ini bisa bersinergi dan membangun desa ini lebih maju dan lebih baik lagi kedepannya,” katanya.

Iman melanjutkan, terkait pembangunan senderan di bibir sungai Cipager, pihaknya meminta untuk segera direalisasikan. Pasalnya ada beberapa titik di desanya yang sudah mengalami abrasi. Sehingga hal tersebut kalau di biarkan terus terjadi akan mengikis bibir sungai, sehingga mengancam pemukiman warga.

“Kalau kebutuhan adanya senderan, jelas kami sangat membutuhkan. Karena jika ini dibiarkan, maka lambat laun abrasi ini dapat mengikis tanah. Sehingga kami khawatir mengancam rumah – rumah yang letaknya tidak jauh dari sungai Cipager. Sudah ada lima laporan, titik yang mengalami abrasi, diantaranya di blok kawung beberapa titik, Sungapan Kidul dan di blok Babakan,” jelasnya.

Iman berharap, melalui kegiatan reses ini, pemerintah desa dan DPRD dapat terjun kemasyarakat agar dapat mengetahui keluhan masyarakat, aspirasi dan usulan masyarakat. Sehingga kehadiran DPRD, dapat ikut membantu pembangunan yang ada di desa, khususnya yang tidak tercover oleh Dana Desa. (na/ta)

LEAVE A REPLY

seven − 6 =